Friday, August 15, 2008

SIAPA YANG SALAH??

Siapa yang salah dalam dialog ini.

Gua : Mbak, mau tanya kalau saya mau service besar untuk 80000km bisa booking dulu gak?
Mbak : Bisa.
Gua : Dapet potongan 10% kan yah? Servicenya apa aja ya?
Mbak : Iya. Biasanya sih ganti oli, tune up, dlllllll…
Gua : Yaudah deh mbak, saya mau booking ya buat besok pagi..
Mbak : Baik, saya catet dulu ya identitasnya..
Gua : Iya. Atas nama Vintya
Mbak : Nomor polisinya, Mbak?
Gua : B 8998 FZ
Mbak : Panther Zebra?
Gua : Bukan, Vios Matic
Mbak : Iya, Panther Zebra kan?
Gua : Bukan, Vios Matic, mbak..
Mbak : Iya, tapi tadi mbak nyebutnya Panther Zebra kan?
Gua : (Berusaha me-loading dengan cepat, berusaha pinter)


Masya ampuuuuunnnnn, gua menemukan apa yang salah...
Woi mbak, kalau mau sok uraian FZ dalam B 8998 FZ-nya pake nama-nama gitu, mbok ya ”Fanta Zero” atau ”Fenter Zebra” sekalian.. mana gua ngerti..


Jadi, sebenernya siapa yang salah disini?????

Manusia memiliki hati

Perasaan.
Manusia memang sangat luar biasa, memiliki hati untuk merasa. Getaran yang ada saat mendamba dan perih saat terluka. Tuhan tidak memiliki hati, tetapi dapat dikategorikan berhati besar karena memberikan mahluknya beragam keistimewaan. Macan punya taring, sedangkan manusia punya hati. Hati sebagai pelindung, hati yang menentukan, bahwa akan seperti apa hari ini. Sebagai hari yang panjang untuk dilalui, atau sangat singkat untuk dialami..

Bagaimana dengan cinta? Suatu kata basi yang sangat menggelitik atensi. Hatilah yang mengendalikan cinta, seharusnya. Kenyataannya, cinta yang mengendalikan hati, bahkan pikiran, bahkan kenyataan bahwa hatinya sudah diperbudak, tanpa dibeli.

Saya pun bingung dengan apa yang sedang saya tulis. Karena saya bingung dengan apa yang sedang dirasakan, olehnya dan oleh saya sendiri. Terkadang saya suka menerka apa yang sedang dirasakan oleh hati seseorang. Mereka yang tiba-tiba saja terlintas dipikiran. Bagaimana yang mereka rasakan. Apa getaran itu masih ada saat ciuman yang kesekian. Apa menunggu sang pacar yang telat datang masih terasa lama walau hubungan mereka sudah berjalan lama? Apa memegang tangannya di depan umum masih terasa membanggakan. Bersandar pada kekasihnya masih menghadirkan nyaman? Apa mereka berdua masih bisa menertawakan hal-hal yang tidak dimengerti atau tidak dianggap lucu oleh orang lain yang kebingungan melihat mereka tertawa?

M A H A D A Y A C I N T A.

Lelah, dan sebuah ketidakpedulian, muncul dan merusak keadaan. Fakta bahwa merasa diri sudah tidak diperlaku semanis yang lalu. Fakta bahwa diri sudah tidak diperdulikan dibandingkan yang lalu. Fakta bahwa kekhawatiran bahwa sebentar lagi semua akan berubah. Pernah hadir sebuah mimpi. Melihatnya pergi, dan saya hanya bisa menatap punggungnya, punggung yang sangat saya kenali. Punggungnya, tempat saya menaruhkan seluruh asa. Dalam mimpi itu, kurelakan ia pergi. Kemudian, kaki ini berbalik, meninggalkannya, ikut pergi (dari belakang), mencari arah yang dituju, kemana saja, kemanapun, asalkan menghilang. Kemudian aku melihatnya, mencariku. Ia kebingungan dan mulai berlari kecil, berteriak memanggilku dan terus mencari. Tapi aku sudah tiada. Beberapa saat kemudian, aku pun terbangun oleh peluh yang membasahi diri. Merasa bahwa mimpinya belum tuntas. Menerka sebuah jawaban, sebuah akhir dari mimpi. Akankah ia berhasil menemukanku atau keadaanya sudah terlambat. Sebuah akhir dimana “Kita” sudah menjadi “aku atau kamu”. Mungkin, akan dijawab melalui kenyataan. Akan saya tunggu, akan seperti apa kelanjutan.

Tulisan ini tidak akan pernah terbaca. Waktu yang ia miliki sangat sempit, bahkan untuk membiarkan dirinya bernafas. Kasihan. Tapi ia tidak butuh dikasihani. Maka akan kuikuti petunjuk mimpi. Melihat punggungnya, punggung yang sangat kukenal. Tapi aku tidak akan berbalik. Aku hanya ingin melihatnya, melihatnya melangkah. Kemana ia akan pergi.
Kemudian, kaki ini berbalik, meninggalkannya, ikut pergi (dari belakang), mencari arah yang dituju, kemana saja, kemanapun, asalkan menghilang. Kemudian aku melihatnya, mencariku. Ia kebingungan dan mulai berlari kecil, berteriak memanggilku dan terus mencari. Tapi aku sudah tiada. Beberapa saat kemudian, aku pun terbangun oleh peluh yang membasahi diri. Merasa bahwa mimpinya belum tuntas. Menerka sebuah jawaban, sebuah akhir dari mimpi. Akankah ia berhasil menemukanku atau keadaanya sudah terlambat. Sebuah akhir dimana “Kita” sudah menjadi “aku atau kamu”. Mungkin, akan dijawab melalui kenyataan. Akan saya tunggu, akan seperti apa kelanjutan.

Friday, July 18, 2008

kosong

Padang itu begitu luas
Dihuni ribuan pasir yang malu tertiup angin
Pun seorang musafir yang menikmati kesendirian
Sebuah jeda panjang
Fatamorgana membuatnya semakin tersesat
Merindu matahari sebagai petunjuk
Rasi bintang hanya menambah penat

Untuk apa menutupi wajah dengan cadar
Tidak ada yang akan melihatmu, wahai musafir
Engkau adalah sendiri
Ketika kau belari, 5 detik dan jejak mu dihapus
Angin kejam yang tidak berdaya menyemilir
Menemani dalam kesunyian
Bersama suara genderang di tengah gurun

Ketika pasir membentuk gunung
Ketika kaktus menjadi tandus
Ketika musafir menjadi fakir

dan aku berada dalam fana

Karena engkau..

Percayalah bahwa aku sangat ingin menjaga kepercayaanmu
Aku pernah kehilangannya dan takkan pernah kembali utuh sekeras apapun aku berusaha
Bagaimana bisa aku seperti ini
Merasa jatuh dan mencinta
Bersimpuh lutut mengharap dirinya membalas sama
Jatuh dan mencinta


Aku yakin ini lebih indah dari sekadar telaga surga
Walau saat emosi seluruh makian kita semenyakitkan kerak neraka
Tapi aku tetap mencintaimu
Dan karena cacian itu keluar dari mulutmu sehingga aku tetap nyaman

Kau mau tahu seberapa besar aku bersyukur akan dirimu?
Sebanyak kau mampu menghitung setiap nafas yang kuhirup untuk mencium aromamu
atau detak jantungku yang masih bergerak cepat saat kau menciumku
ketika pandanganku tak lepas mengagumimu
atau dikala perkataanmu selalu terdengar merdu
maka ingin ku jadikan sebuah lagu untuk menghormati moment itu

Sayang, aku tak bisa terlihat sempurna di matamu
Maka untuk itulah engkau bersamaku
Tuhan telah melengkapi diriku dengan sempurna
Seperti hawa yang diciptakan dari tulang rusuk Adam
Aku akan selalu kurang tanpamu

Maaf jika aku membakar emosimu
Atau ketika aku yang menyulut emosiku karena cemburu
Karena kau milikku aku bisa tega berkata kasar padamu
Karena kau milikku aku bisa tega menuduhkan hal yang sebenarnya tak kupercayai
Karena kau milikku aku leluasa menyakitimu
Karena kau milikku aku tak pernah takut kehilanganmu
Malam ini kau sudah terlelap
Setelah memberiku sebuah pesan
Pesan romantis
Karena tulisan itu darimu
Kau tidak perlu berusaha apapun untuk menjadi romantis
Karena bagiku, dicintaimu adalah Maha Romantis

Ketika matahari esok pagi menyapaku
Kau tidak ada di bantal kita
Tapi aku tahu itu tidak akan lama
Karena aku akan membangun sebuah rumah
Untuk kita tempati
Dan sesungguhnya tidak akan pernah aku membagi cinta ini untuk yang lain
Aku hanya mencintai, telah, akan,dan selamanya
Untuk kemarin, hari ini, dan selamanya
Dalam rumah kita
Rumah yang kita bangun bersama.


22 juni 2008

---

Kata temen gua, ”jaga kesehatan ya men”..
Kata temen gua, ”sesibuk apa sih lo?”
Kata temen gua, ”sms gua kok gak dibales sih?”
Kata temen gua, ”sebenernya aku mau telfon kamu, cuma gak enak takut ganggu”
Kata temen gua, ”kemana kreatifitas lo dalam meng-update blog?”


Hahahaa, kesannya saya terlalu sibuk menjalani kehidupan baru sebagai seorang yang mengais gaji. Sebenernya dalam 2 bulan ke depan, saya mempresentasikan sebuah project. Cukup menyebalkan sih memang, karena harus dipresentasikan di depan jajaran BOD. Di antara 8 orang, mungkin saya yang paling keliatan gak niat, gak ada passion. Ketika orang memutarbalikan otak (emang martabak?) memikirkan project, saya malah sibuk memecahkan teka-teki dari email yang dikirim oleh seorang teman, ketika yang lain sibuk browsing cari informasi, saya malah lebih suka buka okezone.com, ketika yang lain memikirkan pekerjaannya, dan saya akan memikirkan apa yang tidak mereka pikirkan.

Saat ini saya juga lagi dalam tahap mengerjakan revisi skripsi (haha, butuh ijazah), bingung juga kenapa gak kelar-kelar. Tidak punya waktu ke Bandung, atau lebih tepatnya malas hingga tidak sempat menyempatkan. Pikiran pun bercabang, memikirkan sesuatu yang tidak patut disebut pikiran yang membuat kepikiran. Kemana saya setelah melewati dua bulan ke depan. Sungguh tidak layak untuk dipikirkan, kenapa? Untuk apa membayangkan apa yang akan terjadi setelah dua bulan, apabila yang harus kerjakan dalam dua bulan ini terabaikan.

Ketika angin berhembus ke selatan, maka badan berdiri menghadap ke utara. Mata pun menerawang, menelusuri liku untuk mencari jawaban. Jawaban tidak akan datang, karena pertanyaan pun belum ditentukan. Prioritas pun menjadi hal yang membingungkan. Dan aku akan tetap menganggap semua hal menjadi beban.


Mungkin benar bahwa saya belum berada dalam keadaan nyaman. Gua jadi merasa gak adil sama diri sendiri. Membuat kesulitan menjadi bumerang. Setelah tangan melempar dan tubuhlah yang menjadi sasaran. Intinya saya hanya bingung. Bingung dan bingung. Tapi setidaknya hal tersebut menjadikan saya sebagai seorang manusia.. yang selalu berpikir.. dan menyebabkan bahwa manusia itu menjadi sesuatu yang ada..

s-i-o-k-e

Namanya si oke..
Begitulah segelintir orang memanggilnya
Setidaknya 5 huruf itu yang mereka cukup ketahui : S-I-O-K-E
Hari-hari gua selalu ada si oke
Bangun tidur ada pesan
Berangkat ke kantor mengirim pesan
Selama di kantor saling memberi pesan
Pesan pesan dan pesan hingga hari itu berkesan

--

Akhirnya gua bisa lagi ngecek email, bisa nongol di friendster, bisa ngupdate blog lagi. Maklum setelah Nurdin M Top kehilangan partner, dia kayanya pengen ngerekrut gua. Padahal request friend dia di fs belum gua approve, eh polisi uda maen curigaan aja. Disinyalirlah gua sebagai buronan nomor tiga setelah Edi Tansil dan Nurdin M Top. Karena itulah, gua gak bisa sering-sering beredar di dunia nyata, apalagi dunia maya. Gagal pula usaha gua buat nge-apply jadi vokalisnya RAN. Percuma pake behel, percuma umur abg (ngarep!), percuma percuma percuma.

Hampir dua minggu ini gua tiba-tiba menjadi seseorang yang sok sibuk. Maka pertama-tama ijinkanlah saya meminta maaf untuk segenap temen-temen yang smsnya gak bisa dibales. Karena sibuk? Bukan. Gak ada pulsa, hehe. Gak kok, gua sendiri masih susah banget nyesuain diri sama kegiatan yang baru. Tiap pagi gua harus bangun jam setengah lima, apalagi kalau bukan untuk adzan subuh. Paling lambat jam enam pagi, gua udah harus jalan menuju peraduan, ngantuk dalam ruangan ngedengerin petuah dari jam set 8 sampai malam, bikin tugas, test/ujian tiap hari sebagai review, dan kembali ke rumah paling cepet jam setengah 9 malam. Sebenernya gua ngapain sih?

Tiba-tiba gua pengen kembali kuliah lagi (alah, ini kebohongan paling munafik! Yang jelas gua pengen kabur liburan), kangen sama matahari (ini juga bohong. Karena matahari, santi tidak dipilih oleh Rama. Ingatkah Anda dengan tagline iklan pemutih kulit yang mengatakan bahwa kulit sinta lebih putih dari santi?), kangen sama pacar, kangen sama temen-temen, kangen sama tidur nyenyak..

Tapi gua udah memutuskan untuk berhenti mengeluh, toh semua ini kan rejeki, dan awalnya gua yang mau, mudah-mudahan aja jadi berkah. Walaupun pekerjaan ini menjadi gua TUA DIJALAN, bok bayangin ya, memakan waktu 1,5 - 2 jam!!! (ibukotaaaaaaaa..). Yah mungkin bagi orang kebanyakan sih uda biasa ya, tapi buat gua yang kebiasaan jadi ratu ojek (5 menit kekampus)?? Well, gua tetap suka berada di kota ini. Oya, gua pernah digangguin orang gila dan preman lebak bulus pas hari naek bus. Sial emang! Gua harus mengasuransikan diri gua demi kemaslahatan (gini bukan sih nulisnya?).
Jadi begini loh, di sela waktu sebelum tidur, seharusnya masih ada beberapa hal yang musti gua kerjain, misalnya ngerjain revisi, ngerjain tugas dari Ibu Bos, tapiiiiiii, gua malah maen sama si blogy. Kangen juga nyoret-nyoret dan muntahin kamyu. Udah lama yah gak diurusin.. Maklum si karyawati baru belajar mencari nafkah dan dengan sangat kompeten untuk segera menghamburkannya, wakakak. Iya, kadang gua jadi merasa kasihan sama diri sendiri. Membiarkan diri untuk langsung tidur setelah kecape’an (alah kerjaan apaan sih lo? Lah, TUA DI JALAN kan juga bikin letih lemah dan lesu!!), memanjakan mulut untuk selalu mengunyah walau perut sudah tidak butuh bahan bakar, bangun pagi dulu-duluan sama ayam (boong ding, disini mana ada ayam?), kurang intens berkomunikasi sama si doi aka si oke, kangen sama masa-masa kuliah, membiarkan diri dipusingkan oleh project akhir.

Monday, May 26, 2008

diantara niat, kesungguhan, dan keberuntungan

Dalam perjalanan pulang ke rumah, maaf ya kek, cucunya udah numpang tinggal, eh pulangnya malem mulu, hehe namanya juga anak muda (iyalah anak muda, walau udah gak termasuk dalam kategori ababil aka abg labil, umur gue baru 20 tahun juga, haha gak penting).

Pernah gua mentioned di post setahun yang lalu kali yah, gua sangat suka melihat lampu. Kali ini adalah lampu-lampu yang bercahaya dari kendaraan yang lalu lalang di sepanjang perjalanan pulang. Jalanan gak terlalu rame padahal malam minggu. Ya iyalah orang gua nyetirnya di daerah kuburan, hehe becanda. Kali ini gak ngebut, tapi gua tetap bersikeras untuk tidak melihat spion apabila sudah melewati jam 9 malam, apalagi alasannya kalo bukan takut ditebengin setan di jok belakang, setan yang kurang ajar tentunya, karena bukannya duduk di depan malah duduk di belakang, padahal nebeng loh dia!! Macam gua supirnya aja. Di sepanjang perjalanan itu gua merasa bersyukur, sangat. Gua diberikan segala hal yang dipermudah oleh Tuhan. Bener juga, perjalanan hidup yang mulus-mulus aja, mudah”an emang akan begini seterusnya, amin. Alhamdulillah, gu lebih banyak bisa dapat apa yang gua rencanain (yang gua mau) ketimbang gagalnya. Sampe-sampe ada beberapa orang yang bilang, ”Kalo lo uda mau, lo pastiin itu bakal lo dapet” atau ”lo emang mujur banget”. Tapi setelah gua pikir-pikir itu ada benernya juga. Alhamdulillah, ya Tuhan selalu ingatkanlah aku untuk selalu bersyukur atas semua berkah dan hidayahMu..

Kenapa gua ngomong ini, hehe.. gua udah diterima jadi karyawati!! Hehe, makanya tadi gua medical check up (doain moga” hasilnya bagus, supaya gua uda bisa mulai programnya bulan Juni ini). Yang mau gua ceritain adalah, proses ini berjalan begitu cepat. Begini ceritanya.

”Sekitar dua minggu yang lalu, seminggu setelah lulus sidang skripsi, gua submit online buat ngelamar kerja untuk management trainee marketing. Sebenernya setelah di cek, batas akhir untuk apply udah kelewat, tapi gak ada salahnya gua coba kirim, toh itu juga bakal jadi arsip HRD untuk waktu kapan saja, gua pikir. Alhamdulillah seminggu kemudian, ternyata gua lolos tahap admin, dan harus mengikuti psikotes. Senin 19 Mei, gua ikutin dah tuh psikotes. Setelah menunggu sejam, alhamdulillah gue dinyatakan lolos dan akan menjalani interview dengan HRD beberapa jam kemudian. Boooo’ yang wawancara gua lama aja lho ngobrolnya, dan diakhir pembicaraan dia bilang kalo gua lolos akan dihubungi satu sampai dua minggu kemudian. Rabu 21 Mei, gua dihubungi oleh pihak perusahaan dan dikabarkan bahwa gua lolos, dan keesokan harinya harus interview lagi dengan pimpinan HRD-nya, Alhamdulillah. Kamis 22 Mei, gua di interview lagi. Ruangan si pewawancara terlihat luas, dia berada di lantai paling atas dalam gedung itu (Tadinya gua pikir beliau adalah pimpinan HRD, tapi pas malemnya gua cek di website, booo’ doi salah satu direkturnya, haha).. Kali ini pertanyaannya lebih beragam dibanding cuma sekadar menanyakan cv atau hal-hal pribadi gue. Di akhir pembicaraan, dia bilang kalau keputusannya ok, maka gua akan lolos ke tahap selanjutnya. Kemudian gua disuruh balik keruangan HRD dulu sebelum pulang. Setelah menunggu beberapa lama, orang HRD datang ke gua, katanya gua lolos, dan besok gua harus interview lagi dengan president director dan vice president-nya, Alhamduillah. Tapi, whaaaaatt????? Presdir? Besok? GUSTI NU AGUNG! Jumat 23 Mei, dengan perasaan dag dig dug, dan modal nekat serta berharap bahwa menjadi diri sendiri adalah dua hal yang bisa diandalkan, maka tibalah saya di ruangan itu. Interview berlangsung selama sejam. Si Presdir tertawa dan VP tersenyum. Jadi kesimpulannya mereka adalah figur yang murah menyipitkan mata dan menyimpulkan senyum, atau gua mengeluarkan statement konyol sehingga mereka begitu? Hati presdir siapa yang tahu... Awalnya gua agak deg”an, tapi untungnya bisa terkendali. Di akhir pembicaraan, kita bersalaman, siapa tahu aja bisa getuk tular rejeki, hehe. Terus mereka juga bilang, bahwa saya disuruh ke HRD lagi. Setelah nunggu lagi, mbak HRD-nya bilang bahwa saya diterima di sana dan tinggal melewati tahap akhir medical check up. Program akan berjalan 1 Juni, selamat.”

Benerkan? Prosesnya cepet banget. Satu minggu kurang. Bahkan orang yang diwawancara barengan gua pas tahap direktur bilang bahwa dia melewati sampai proses itu sampai sebulan lebih.

Nona Ui seringkali berkata, ”Vintya, enak jadi kamu, semuanya tuh dimudahin sama yang Diatas, segalanya dilancarin”. Nah, kenapa gua cerita ini, bukan maksud buat nyombong (bukan itu aja maksudnya hahahaha becanda), tapi gua menyadari bahwa emang bener gua harus bersyukur, sangat. Tuhan sayang banget sama gua, dan gua gak boleh menyia-nyiakan apa yang telah dia berikan. Alhamdulillah ya Tuhan, untuk segalanya. Dilahirkan oleh kedua orang tua yang patut diacungi jempol, sekolahnya dilancarkan, bisa lulus kuliah dalam periode yang lebih singkat dibanding jadwal yang seharusnya, punya kekasih yang oke, dan sekarang proses mendapat kerja pertamanya juga dimudahin. Terima kasih. Tapi, kadang ada orang yang merasa bahwa jalan hidup mereka kok kayanya dipersulit, selalu ada hambatan, dan terlampau capek. Tuhan sayang dia kok, malah mungkin mereka lebih dipercaya karena mereka mampu melewati hal itu. Dan gua sangat percaya, bahwa mereka yang telah melewati segala rintangan itulah yang justru akan belajar banyak hal, dan sebisa mungkin berhati-hati untuk mengambil jalan yang baik karena sudah berpengalaman. Dan dengan itu, mereka juga lebih merasa pantas untuk ngedapetinnya, bisa lebih ngehargain. Jadi buat kamu yang ngerasa capek karena semua yang kamu peroleh sekarang ini karena telah melewati jalan yang banyak kerikilnya, jangan putus asa ya, aku yakin kehidupan kamu ke depan, insya allah akan jauh lebih baik (percaya ya sama aku.. Buktinya sekarang? Kamu bisa sering jalan” ke tempat yang dianungi banyak eksekutif muda kan?? Yang kalo makan dengan menu gak ngenyangin pun harus keluar duit jutaan rupiah, buseeet dah).

Di perjalanan pulang, gua jadi inget perkataan temen yang bilang kalo gua sakit, atau temen yang bilang kalau gua ambisius, temen yang bilang kalau gua itu robot. Mungkin mereka bener. Gua gak punya waktu sama sekali buat istirahat dan liburan. Sebulan sebelum sidang, gua udah mulai kegiatan magang, sehari setelah sidang gua juga udah masuk magang lagi, bahkan kontrak tersebut masih berjalan sampai tanggal 30 Mei ini. Dan tanggal 1 Juni-nya gua sudah masuk ke dunia kerja yang baru. Kadang merasa senang karena gak sempet menyandang status pengangguran, tapi adakalanya saya merasa manusia biasa yang butuh istirahat. Tapi bagaimana pun juga, jalan ini yang gua pilih. Mungkin gua memiliki paradigma lain. Sekarang saatnya bersusah payah, gua belum bisa menghasilkan apa-apa juga, dan nanti apabila sudah waktunya, maka liburan itu akan terasa sangat menyenangkan..

Sebenarnya gua capek juga sih. Tapi gua merasa apa yang udah gua capai gak boleh disia-siain. Kebaikan Tuhan harus gua manfaatin. Gua cuma pengen buat orang-orang yang sayang sama gua jadi bangga. Pengen jadi contoh yang baik. Senior gua pernah bilang gini (dengan segala kerendahan hati dan sumpah gua gak ada maksud nyombong), ”Arva, banyak hal yang udah kamu raih tapi belum bisa diraih sama temen-temen diseumuran kamu”, jadi mudah-mudahan temen-temen gua jadi terpacu. Mudah”an kita bisa sukses bareng” ya!! Selama manusia Indonesia sama-sama suka makan nasi..

belum bisa tidur

Insomia yang produktif, haha!..

Yaudin kalo gitar (pinjem istilah ui), sambil nguyah getas yang gak kerasa udah tinggal bungkusnya doang dan sisa kopi yang disinyalir kalo keseringan dikonsumsi bisa membuat gigi menjadi kuning, dan menulis lah saja. Apaan? Gak tau juga mau nulis apa, tapi selama menulis itu indah, biarkan dituturkan ke dalam penggalan cerita.

Di mulai dari kegiatan di pagi hari. Gua medical check up, pas periksa urine, warnanya kuning (sial, masih untung sih, daripada warna ijo, bisa” dikira itu pipis yang warnanya luntur yang diproduksi oleh kolor ijo). Padahal biasanya, gua harus minum air putih segelas tiap setengah jam sekali kalau gak mau dehidrasi, sehingga menjadikan pipis yang harus dikeluarkan setiap sejam sekali menjadi suatu hobi. Tapi bodohnya gua (tumben), kemaren gua malah minum kopi dan minum teh mulu, kebiasaan yang sangat jarang dilakukan. Gua lupa besoknya harus medical check up. Syiiiiiiit!............ Well anyway, mudah”an hasil tesnya adem ayem aja..

Gua juga mau kesel sama bensin yang dinaikan secara mendadak, kenapa gak dikasih tau tanggal pastinya seminggu sebelumnya sih?.. (haha, padahal guanya aja yang gak update berita). Tau gini pan gua bisa nyetok dulu. Jadi inget pembicaraan di sela ui lagi nguyah bebek (sampe saat ini gua masih gak tega makan bebek, mungkin lebih ke arah gak suka. Kenapa? Karena bagi gua bebek lebih suka maen di lumpur, jadi mereka lebih kotor daripada ayam, makanya gua gak mau ngerasain dia. Alasan yang tidak rasional memang..). Sambil fokus makan otak bebek ---booo’ ui makan otaknya--- dia mengkritisi sikap pemerintah yang mengalihkan subsidi BBM ke subsidi untuk bantuan langsung tunai untuk orang yang tidak mampu. Konon menurutnya, seharusnya dana itu dipakai untuk bikin sekolah gratis, lapangan pekerjaan, atau puskesmas. Mungkin ui berharap akan lahir bang Doel abad 21 karena kualitas pendidikan di Indonesia semakin meningkat. Dan tingkat kesehatan di Indonesia juga oke. Jadi gak ada alasan tuh buat rumah sakit yang nolak pasien karena urusan administrasi. Tapi bener juga, pendidikan dan kesehatan itu kan investasi jangka panjang. Menyantuni memang kegiatan yang mulia dan membantu tapi itu akan mendidik rakyat yang kurang mampu menjadi agak keenakan, semakin malas dan menganggap ketidakberuntungan mereka sebagai pembenaran untuk dikasihani. Yaaah, alhamdulillah gua gak merasakan apa yang mereka rasain sih, jadinya gua bisa ngomong kayak gini. Kita lihat saja apa hasilnya nanti, tapi gua harap keadaan akan menjadi lebih baik, jauh lebih baik dari ekpetasi yang dibayangkan. Maklum saat ini lagi banyak demo gara” BBM naik. Ntar kalo pemerintah ambil kebijakan ”kasih subsidi untuk bbm lagi dan narik BLT” ya giliran rakyat kurang mampu yang berdemo.. yauda lha adu”an demo aja..

Okeh, loncat-loncat aja ya mau nulis apa, toh gak ada tema khusus juga. Gua kesel ngeliat polisi mukulin mahasiswa yang demo, apalagi keparat polisi itu sambil ngerusak fasilitas pribadi orang lain. Kenapa? Alasan yang pertama, Tuhan aja gak pernah mukul mahasiswa, polisi yang cuma manusia biasa malah berani melakukan hal keji itu, keroyokan pula. Kedua, ketika melakukan hal keji tersebut, mereka itu menerapkan prinsip 3S (salam, sapa, senyum) yang selama ini digembar-gemborkan. Mana? Gua sama sekali gak ngeliat tuh pak polisi ngomong, ”Punten mas mahasiswa, boleh saya getok kepalanya.. tuk” sambil tersenyum tentunya. Yaa, kalo dipikir-pikir guanya aja sih yang ketololan sampe kepikiran hal itu.

Tapi di pihak mahasiswa (bodohnya), haha sukurin, tadi gua nonton berita lagi, ternyata dari 140 mahasiswa yang diringkus polisi, 3 dari mereka sudah ditetapkan sebagai pemakai narkoba, dan 50 diantaranya positif juga sebagai pengguna narkoba, sisanya belum jelas. Lalu ditemukan ratusan gram ganja, clurit, minuman keras, bensin yang diduga sebagai bahan membuat bom pletok. Haha, mbok ya kalo mau demo mikir panjang. Mau nuntut supaya pemerintah bisa memperbaiki kebijakan, mereka malah lupa untuk memperbaiki diri terlebih dulu. Manusia, manusia.. HILAF IS YOUR MIDDLE NAME!.. (pinjem istilah ui lagi..)

Eh eh, gua lagi nonton American Idol, yang menang David Cook (yah si David kecil kesukaan gue kalah). Terus dia nangis bahagia. Kemenangan ya, tangisan, laki-laki, apa salahnya? Justru laki-laki yang bisa menangisi hal yang pantas ditangisinya akan terlihat lebih baik. Selamat ya. Oya, gua juga tadi nonton gosip pas lagi makan siang di ambasador setelah muter” nemenin ui nyari lemari buat rak tv, andi soraya mau berpisah dengan steve. Haha, gak penting sih emang, makanya gak akan gua komentarin.. Daaaagghhh neeek kan yeee..

Wednesday, May 21, 2008

saya tidak cocok dengannya

Tadi gua sempet ketiduran, padahal di seberang sana masih ada suara dari seseorang yang tidak pernah membuat bosan. Setelah jalinan komunikasi dihentikan (haaaaalaaah jalinan komunikasi!!!!), gua merasa sangat terjaga ey-key-ey tidak ngantuk lagi. Terus gua ngeliat oom gua yang sedang menjadi budak duit, doi tiba” berubah profesi jadi tukang ketik tante makalah gua dengan iming-iming bayaran yang tidak seberapa besar. Ahaaa, jangan bengong, masa muda harus digunakan seproduktif mungkin. Apa ya apa ya apa ya apa ya?? Sibuk gonta-ganti channel, gak ada kabar tentang Alm. Sophan Sofyan lagi (membayangkan bagaimana tante Widya tidur sendiri.. pasti sangat berat), sinema elektronik di layar kaca juga tiada (hahahaha, kerjaan orang yang gak punya kerjaan), browsing internet males, ahaaaaaa menulis saja. Saya suka menulis, suka, dan suka.

Masa kawula muda harus dilewati seproduktif mungkin, apalagi bagi penderita insomia. Cuma masalahnya adalah, apa yang mesti gua tulis? Bagaimana kalau kita berbicara tentang makanan. Karena mahluk diciptakan Tuhan untuk makan. Bukan makan untuk hidup. Tapi.. ada beberapa makanan yang tidak saya sukai, entah mengapa.. diantaranya :

Jengkol. Siapa bilang keturunan betawi pada suka jengkol semua? (Soalnya setau gua sih, yang namaanya anak betawi itu pada betingkeh, gak berbudaye, ketinggalan jaman –please check Si Doel Anak Sekolahan Lyrics). Walaupun jengkol memiliki kegunaan yang sangat besar (?!! Apa itu apa itu? Pengen tauuuu!!)--yakni menghilangkan bau pete. bisa di cek kebenarannya--, gua tetep anti jengkol. Maafkan saya leluhur, karena bisa saya pastikan bahwa apabila tiba-tiba saya gemar makan jengkol, maka NERAKA AKAN DINGIN!! Alias gak mungkin lha neeeek..

Ikan. Sebetulnya ikan gak punya masalah dengan gua ataupun keluarga besar gua. Dia hanya mahluk kecil yang lucu dan penuh warna. Kehidupannya tentu bermakna sekali ya. Ikan, jangan marah dong kamu, kata orang kamu enak kok, kata Bu Guru Biologi kamu juga banyak protein hewaninya. Tapi, dimanapun dan bagaimanapun engkau disajikan, engkau selalu berbentuk utuh. Masih ada kepalanya, dan membuatku tak tega untuk menyantapmu. Padahal hewan-hewan yang lain selalu dipenggal dulu kepalanya..

Kambing. Selain kurang baik untuk kesehatan, sikapnya kambing juga tidak baik. Apa coba? Dia kalau ingusan gak pernah di-lap. Coba liat deh, idungnya selalu basah tau. Mana bisa gua makan sambil ngebayangin doi yang semasa hidupnya selalu menjadi anak ingusan!! Im not pedofil!!

Nasi. Sebenernya gua mulai bisa menerima nasi dalam kehidupan gua sih. Supaya terkesan lebih manusiawi atau terkesan memiliki rasa nasionalis yang cukup tinggi sebagai bangsa Endonesa yang memiliki prinsip “Belum makan kalau belum makan nasi”. Ternyata rasanya gak buruk-buruk amat, walau terasa agak pait.

Jeroan. Ya ampun ada lho yang bisa makan jeroan.. Bagian dalam dari sebuah hewan. Mana pait. Apalagi yang namanya ati. Ngapain sih pake acara dimakan segala? Dirasain aja udah gak enak banget. Mana ada makan ati yang enak??..

Durian. Maaf Pah, Mah.. anak mu ini masih kalian kategori kan sebagai manusia bodoh karena tidak suka durian. Apa enaaaaaaaaakknyaaaaaaaaaaaa??????? Jadi tolong, jangan teriak” panggil saya untuk sekadar basa-basi menawarkan kalau kalian lagi kegirangan makan durian..

Makanan Haram. Haha, boro-boro tau rasanya, dicoba aja gua gak berani.
Buah Khuldi. Jikalau buah itu tidak ada, mungkin kita sedang kegirangan main gapleh di surga, hahaha...

Itu aja kali ya, sebenernya banyak sih masih banyak yang gua gak suka, tapi mau digimanain lagi, manusia terlalu kreatif untuk menjadikan sesuatu yang aneh untuk disajikan dalam bentuk hidangan. Jadi, makanlah selagi bisa..