Monday, December 15, 2008

pulang ke kotamu

Solo. 6 desember.

Mata kaki masih terasa sakit, setelah menapaki ratusan anak tangga.
Untuk menuruninya membutuhkan waktu lebih dari 20menit, itupun sambil berlari kecil.. dan naiknya? masyaampun, gak dua kali deh gua kesana.. Tapi apa yang saya lihat dibawah sana, bisa membayarnya.

Rabu Sore akhirnya saya memutuskan untuk datang acara pernikahan teman senasib, di Solo, bersama 4 orang lainnya. Sebenernya kepergian ini hanyalah sebuah jawaban atas rasa malas menghadapi weekend di Jakarta. Setelah aku benar-benar kehilangan kebahagiaan saat melewati liburan akhir pekan. Sudah lebih dari 8 minggu.. Terasa hambar, berbeda. Waktu untuk menghilangkan penat direnggut begitu saja. Dan kini saatnya berlari, menghilang. Entah apa ada yang mencari atau tidak.

Keesokan paginya aku menyaksikan tangan temanku menjabat tangan ayah mertuanya dan dengan fasih melafalkan ijab kabul bagiannya.. dibayar tuuuunai. Dasar tukang kambing, gak perlu segamblang dan sejelas itu kali ngomong tunainya!.. wakakak. Tiba-tiba bulu kuduk ku merinding. Menerka siapa yang menjadi sandinganku nanti? Ponselku bergetar, dan kubuka pesannya, ”Vin, gua masih di Semarang. Gak sempet ikut akadnya. Ketemu di resepsi aja-Probo” Si kutu itu masih diperjalanan rupanya. Siapa suruh gak mau bareng!

Perjalanan menuju Jogja kami tempuh secara terpisah. Tim pertama berangkat jam 8 pagi dari Gambir. Pesawat yang mengantarku lepas landas pukul 3 sorenya. Sedangkan si Probo yang sudah kehabisan tiket kereta malam, menyusul dari Lebak Bulus jam 8 malam.

Pukul 11, sang manten meminta kami untuk datang ke resepsi dari jam 11, kami diharuskan menikmati jalannya pernikahan adat Solo. Kulihat jam di tangan. Pukul 12 dan Probo tak kunjung datang. Padahal sudah kusimpankan makanan untuknya. Pasti dia kelaparan. Jam setengah 2, acaranya lama banget, parah. Dan kita hanya duduk melihat upacara adat dalam screen besar terpampang di dinding atas gedung. Ada rama sinta, ada Srikandi, dan tidak ada Probo. Dia belum kunjung datang. Akhirnya penganten mulai mengantar tamunya pulang, bersalaman di pintu keluar. Kemudian ada SMS, ”Vin, jemput dong di terminal. Nanti balik lagi ya ke gedungnya. Gua mau ketemu Oji dulu pokonya”. Emang dasar bego, niatnya sih gak bener. Ke Solo sekalian mau ke Jogja supaya bisa ketemu calon pacarnya yang dijodohin sih. Yah tapi setidaknya dia masih sempat setor muka ke pengantin. Berfoto, jeprat jepret.

Mobil sewaan itu mengantar kami ke puncak kota Solo, selepas acara resepsi pernikahan teman kami tersebut usai. Lokasinya bernama Tawangmangu. Entah apa yang ada di tempat itu, tapi mengapa si koko keturunan TiongHoa itu niat sekali mengajak kami kesana?.. Satu jam terbuang, dan akhirnya kami tiba. Ada beberapa ekor kuda, dan aku sangat suka binatang itu. Aku ingin menaiki punggungnya, dan kuminta kepada si empunya untuk membiarkan kudaku dilepas. Aku ingin memilikinya tanpa ada yang mengendalikan.

Hujan sudah turun dan mereka masih bergegas untuk turun ke bawah. Ratusan anak tangga licin tersebut membuatku hampir terpeleset untuk kesekian kali. Kucopot sandal, nyeker mencoba menyatu dengan alam.. Booook??? Sama aje, mau kepleset” juga gue, haha. Dan eng ing eng, apa yang dicari sudah terlihat. Curahan air terjun terdengar deras. Dan batu kali hitam kasar tersusun untuk kami tapaki sebagai syarat ingin mendekati kolam air terjun. Bahaya memang, apalagi gerimis semakin membanjiri pakaian yang kami kenakan. Kaki kananku mulai bergetar sendiri saat itu, kemudian kuputuskan untuk segera menjauh dan menuruni batu kali yang licin tersebut, hati-hati sekali. Namun ketiga teman lainnya masih ingin bermain disana. Gerimis sudah berganti hujan. Sudah kuyup. Ucapan selamat tinggal pada air tejun dan sekitarnya sudah kuhaturkan. Sesaat sebelum beranjak meninggalkan air terjun, aku melihat rangkaian anak tangga yang melingkar dan berputar sampai menuju atas. Buset. Buset. Buset. Ogah gue diajak kesini lagi.. Tapaki satu demi satu, tidak nyampe-nyampe.

Setelah menyeruput wedang jahe panas dan berganti pakaian. Kami bergegas menuju kota yang kusukai.
Jogjakarta.

Tidak ada yang unik dari Kota ini. Kota yang hanya kumampiri tak lebih dari 24 jam. Kota dimana leluhurnya tinggali. Kampungnya. Tempat yang beberapa kali ia ceritakan. Aku memang tidak bisa menemaninya kali itu, berlibur ke sana. Tapi setelah semua usai, aku pergi sendiri melihat kota itu. Setidaknya aku pernah tahu.

Tuesday, November 25, 2008

Sebuah cinta tanpa syarat

Ketika Adam dipertemukan hawa..
Ia tidak pernah merasa sakit karena salah satu rusuknya telah hilang
Adam memiliki teman untuk tetap hidup
Mungkin ia tenang karena merasa bersama
Atau mungkin malah gundah karena takut akan terpisah
Yah, hati Adam siapa tahu

Ketika Hawa menghirup nafas pertamanya
Ia tahu semua masih terasa baru
Asing dengan sosok dihadapannya
Tapi ia yakin bahwa manusia itu yang sudah dan akan memberikannya kehidupan
Hanya Hawa dan Adam, mereka berdua berjanji bersama selamanya
Janji itu bukan sekadar janji..
Yah, setidaknya kali ini kita tahu

Kala merasa bahwa cinta itu ada, maka hati menjadi sempurna
Sebuah cinta tanpa syarat untuk dia yang membuatku terjerat
Aneh memang..
Sosoknya menjadi luar biasa
Lukisan paling indah yang pernah terukir di kanvas realita
Sebuah magnet yang bisa menghisap tanpa peduli apakah itu utara maupun selatan
Rumah bagi si musafir yang memutuskan untuk berhenti bertualang
Atau mimpi tentang masa depan yang membuatku enggan terjaga dari lelap

Siapa bilang cinta tidak bisa memiliki?
Berarti dia manusia sok tahu yang tidak pernah merasakannya
Atau cintanya tidak berbalas..
Kasihan..
Tapi, lebih kasihan lagi baginya yang kehilangan cinta karena terpaksa
Karena hal prinsipil atau sebuah kodrat yang tabu untuk dilanggar
Padahal mereka saling merasakan hal yang sama

Sebuah cinta tanpa syarat
Yang ditinggal tidak akan pernah membenci yang terpaksa meninggalkan
Ia percaya dengan kekuatan yang masih tersisa
Ia memang tidak memiliki raga yang dicinta
Tapi selamanya tetap memiliki hati yang dipuja
Setidaknya, itulah yang sang pujaan bisikan padanya
Dan ia percaya
Karena ia tidak memiliki syarat
Karena ia tidak pernah meminta balasan apapun
Karena ia tahu bahwa tulang rusuknya sudah menjadi bagian darinya
Karena ia sadar bahwa ia tetap bernafas dengan udara yang sudah tercampur dengan bisikan kekasihnya
Udara yang menyatu menjadi gelembung dalam paru-paru sehingga menjadikannya tetap hidup..

Saturday, November 22, 2008

antara kekurangan dan kelebihan

”Gua gendud ya?”
”Anjrit kerjaan gua parah bener”
“Enak ya jadi dia, mertuanya kaya”
“Bokap nyokap gua sibuk banget”


Ada aja kekurangan yang selalu dikeluhkan.. termasuk gua, akhir-akhir ini gua suka emosi kalau ngaca, haha.. poni gua lagi gak ok banget, parag udah 3 bulan, lama” gua santet juga tuh yang mangkas rambut gue, cie emang rambut gua taneman!!..

Mengeluh kadang sudah menjadi hobi atau mengeluh sudah mendarah daging.. suatu kegiatan yang senang untuk diulang. Yah setidaknya akhir-akhir ini gua jadi gampang mengeluh, menganggap keluhan menjadi sesuatu yang wajar saat tidak satupun lingkungan membuatku nyaman. Saat takdir tidak sedang berpihak pada gue. Terkadang gua jadi lupa bersyukur betapa enaknya hidup gua.. bebas makan, bebas mandi, bebas kentut juga.. gua jadi lupa betapa ambisius nya gua yang dulu, yang gak pernah ingin merasa santai.

Kayanya sekarang gua makin butek, lusuh, gendud, males, dan melihat diri sebagai pribadi yang kurang. Tanpa melihat kelebihan yang gua punya, selain kelebihan daging di pipi kali ya, pipi gua jadi tembem gini.. haha. Gua takut Tuhan jadi marah karena gua telah menyia-nyiakan hidup gua yang masih belia (satu kelebihan gua adalah mengurang-ngurangi usia), haha sok muda.. Seneng deh kalo ngeliat temen gua seneng, kalo ngeliat orang terdekat sukses, kalo ngeliat duit jatoh (nemu), haha.. ya ya ya, lagi-lagi gua punya PR ni, resolusi akhir tahun, membenahi diri untuk tidak selalu melihat sesuatu dari negativenya aja.. Perasaan gua masih punya banyak janji ke diri sendiri dan orang lain untuk dilakuin..

Kelebihan akan terlihat lebih jika ada bagian lain yang terlihat kurang..
Kekurangan akan muncul jika kita tidak bisa menutupinya..
Mau kurang atau lebih? Atau mau biasa aja..

Rully anggia : ”Kamu mau jadi cewe cantik tapi bego atau jadi cewe pintar tapi jelek?”
Vintya : ”Cewe pinter” (lantang dan munafik, haha”)..
Rully anggia : “Kalo aku lebih milih jadi cewe cantik. Terus kita belajar deh sampe pinter, haha. Tapi kalo uda jelek mah susah.”
Vintya : ”Haha” (ni orang pintar dan jujur)

Nah percakapan diatas adalah suatu contoh bahwa dia bisa menyiasati sesuatu. Tapi bukan berarti Rully itu gak pinter.. Booookk, anaknya pinter dan kritis banget.. semua pernyataan gua bisa disanggah. Uda gitu yang lebih beruntungnya lagi, dia juga cantik. Gua juga bingung, setiap kali gua lagi ngomong santai, selalu diakhiri dengan debat yang perlu pake mikir.. coba aja ngomong sama dia..

Kembali ke topik yang lebih dan yang kurang.. kadang gak enak juga lho jadi orang yang punya banyak kelebihan.. Terkadang mereka jadi lebih sering diandalkan, sehingga waktu untuk dirinya sendirinya berkurang. Atau terlalu dianggap hebat dan dipercaya oleh orang, sehingga ia selalu berusaha untuk menjaga dirinya terlihat lebih.. Atau lebih banyak yang suka, sehingga membuat dia bingung untuk memilih.. atau lebih banyak duit, menjadikan dia untuk menjadi orang yang lebih peduli dengan sekitar, bertanggung jawab.. Kadang gak enak kan.. makanya banyak orang awan di luar sana yang lebih senang hidup berkecukupan dengan sederhana. Tanpa takut bahwa besok ia akan kehilangan, atau menjadi kurang.. Orang dalam level pas/biasa menjadi orang yang bersyukur, orang yang selalu tenang, dan orang yang tidak menderita.. Orang yang bisa menghargai keadaannya.

Nah sekarang kalau gua disuruh milih, ”Mau jadi orang yang lebih atau cukup saja”..
Humm sulit memang, tapi gua akan memilih ”LEBIH” haha.. emang dasar manusia gak tau diri..
Tadi kan gua bilang ”Kadang gak enak juga lho jadi orang yang punya banyak kelebihan”.. Woi woi, KADANG!! Haha tapi seringnya enak.. Siasatin aja gak enaknya. Toh dengan kelebihan tersebut kita bisa bagi-bagi, ya gak?
Sorry meeennn, gua gak bisa ”lebih” munafik untuk satu hal ini, wakakkaaakkk..

So, its up to you!!

Surga kurang pantas untukku

Dear Ogy, my blog..
Lama juga ya gak ngotorin kamu, semakin gak diurus.. liat aja tuh, kamu jadi brewokan. Kusam, seakan-akan ikut stress lantaran kena resesi global di luar sana.. Kamu pasti bosen ya terkungkung di sini? Sama, aku juga.. dikantor yang maha dingin itu. Ada gosip apa? Barusan aku liat di tipi, yang ada cuma gosip perceraian Pasha Ungu.. Anyway, kamu ngapain aja selama ini? Basi ya? Udah maen sama siapa? Link temennya ada yang nambah gak? Maaf ya darling..

Sabtu ini gua jaga kandang, atleast sampe sore lha ya bok. Nyokap kerja, kakak pacaran, ikan pun berenang tak mengajak. Jadi, bagi siapapun kalian yang merasa dirinya rampok (eh jangan salah lho, rampok sekarang ok gila, hi-tech nek!), kasihanilah saya. Walaupun gua lagi sendirian, sumpah demi apapun yang ada di dunia ini, gua ga butuh ditemenin kalian hehe..

Kerjaan dari bangun tidur cuma makan, ngunyah, nonton lagi, liatin ikan, ngunyah lagi, nonton lagi, makan lagi, dan akhirnya ngetik gak jelas.. Terus gua inget bokap gua yang nun jauh di sana, gak berenti”nya emailin gua saban hari. Kalo emailnya gak dibales terus doi heboh.. lalu gua inget nyokap gua, yang kayanya sekarang sudah mulai bosan menanyakan kabar dan menyuruh anak perempuannya ini pulang.. atau kemudian kakak gua, yang terlihat sangat dingin untuk menjadi seorang saudara kandung.. dan yang terakhir, jadi terngiang-ngiang sama salah satu komentar temen kantor yang bilang bahwa gua adalah contoh anak tidak berbakti..

Deeeeeeuussss, jadi baliklah gua ke rumah hari itu juga sadar diri setelah dua minggu gak pulang ke rumah. Daripada dipecat jadi anak. Apa yang menyebabkan gua gak betah di rumah ya (gua lebih sering balik ke rumah nenek)? Berarti gua bukan anak rumahan? Tapi bukan juga anak murahan lho, haha.. jadi inget ui.. rumahan vs murahan, hehe.. Padahal gua tipikal orang yang lebih seneng nonton tv, daripada jalan. Mungkin karena di sini terlalu sepi, gak ada yang bisa diajak ngomong. Satu sama lain terlalu cuek. Dan ini menyebabkan gua juga jadi males berinteraksi dengan keluarga inti. Payah, payah. Padahal udah jelas mereka adalah orang yang paling pertama bakalan nolong kalau gua punya kesulitan, contohnya kesulitan keuangan. Kadang gua suka pengen merubah sifat atau kebiasaan buruk gua, tapi susah. Gada niatan yang cukup kuat untuk bisa membuka diri, padahal itu salah besar. Seharusnya antara ibu dan anak harus terjalin komunikasi yang baik. Apalagi gua ngakunya lulusan komunikasi. Maaf ya Ma, kayanya sebutan anak tidak berbakti emang pas buat aku. Maaf ya, gak ada yang bisa dibanggain dengan punya anak kayak gini, mudah-mudahan mama gak nyesel punya anak kaya aku. Aku juga gak tau apa yang salah. Awalnya darimana. Kenapa kita jarang ngobrol, padahal aku tau banget mama selalu pengen ngajak aku ngobrol. Tapi aku gak bisa terbuka, dan gak pernah ngeluangin waktu yang banyak,, maaf banget ya..

Impian seorang Ibu adalah memiliki anak yang lucu ketika masih kecil.. Kemudian saat besar, anak tersebut bisa menemaninya, diceritakan kepada teman-teman atau saudaranya. Dan tanpa bisa mengatakannya langsung, aku cuma mau bilang kalau aku sayang banget sama Mama, sayang sekali.. Sudah ratusan jenis ibu yang aku kenal, tapi mama tetep paling baik.. Sabar, gak pernah marah sama sekali, ngalah, percaya sama anak-anaknya, gak pelit (hehe), dll. Kalaupun mama terlihat cuek, itu karena aku yang gak mau diperhatiin.

Aku jadi inget waktu masih kecil, aku sama ami bilang gini ke mama, ”Mama jadi mati duluan ya. Kita jadi duluan. Soalnya kita gak tau kalau gak ada mama, kita bakalan kayak gimana”.. Ahhh gua jadi pengen nangis banget. Jangan sampe gua gak bisa nyenengin hati orang tua gua sama sekali. Gua gak tau sampai kapan gua atau orang tua gua hidup. Tapi sampe sekarang gua belum sempet bahagiain dia. Gak pernah sungkem..Terlalu banyak kesalahan dari gua yang sudah kalian ketahui maupun yang tidak, atau belum

Terkadang menulis di blog bukanlah sesuatu pekerjaan yang dilakukan untuk ajang promosi, atau curhat nusantara. Tapi setiap kali gua nulis, gua cuma pengen nulis, tanpa berharap tulisan gua dibaca..

Sunday, October 26, 2008

Question for God

If i could ask God just one question,
"Will I erase all?"

- your creation.

Sweet November, Im affraid of

Sweet November, will it happen? I hope, yes a BIG hope.
After a years, then its boom!!!Shit just happened.
Well, I think everythings gonna be fix if i could accept reality.
I wouldnt going anywhere. I'll stay but Im lost.
No one can help, no one to call, and nothing to share.
Frankly, Im alone on my destination nowhere.

Dear My Sweet November, I only have to pass this October..
We'll see, what will happen when i meet you, Nov..
I bet nothings gonna changes.

Humm,
I think Im moving but Im going nowhere.

Thursday, October 9, 2008

past

never want to hurt me?
even the smallest hurt will do..
but i will hurt myself
if this hurt is the best for u
Thanks so much for making me frustrated and sad.

Julia

Julia.

Saat itu saya lagi bengong di depan PC. Sambil merasa kecewa tentunya, basi banget ya hidup gue? Yah intinya sedang berada dalam situasi lo senggol dikit, gua bacok. Mana idung meler, sampe lecet segala saking keseringan nyingsring.. Tiba-tiba ada sms masuk yang intinya dia bilang mau kasih oleh”. Booook dianterin aja loh dari Bintaro. Sekalian menuju parkiran, ternyata doi sudah ada di mobilnya.. Akhirnya kita cerita-cerita dulu.. tentang aktivitas yang sudah dan akan dilakukan, sama-sama minta saling doain.. ok saya cuma mau bilang, kalo hari ini lg gak bersahabat banget, hari ini jelas” rusak.. tapi may, gara” elo dateng, tiba” gua lupa sama rasa kecewa yang basi tadi. Thanks so much, dear..

Siapa si omay? Namanya Julia Omayra peranakan batak bermarga nasution. Pertama kenal pas malam puncak ospek, kalau gak salah lo lagi gak enak badan ya, may? Eh taunya kita sekelas.. sebenernya kita gak deket-deket banget ya, may? Lo punya temen yang lebih deket, gua juga. Jarang juga jalan bareng. Walaupun kalau dalam kelas kita suka ngobrol, dan setelah kelas bubar, daaaagh neeeekk.. kemudian disatukan lagi pas kerja kelompok, atau saat menunggu.. Yang jelas, kalau misalnya diinget-inget, kuantitas kita tuh gak heboh-heboh amat, ya gak sih? Tapiii kualitasnya kali ya bok? Jadi inget waktu lo kabur ke kosan gue, hehe konyol.. atau pas gue lagi bete banget sama temen lo (temen lo yang temen gua juga, hahaha), gua cuma cerita ke elo may, tiba-tiba kaki gua melangkah ke kosan elo, terus pas cerita gua tiba-tiba nangis saking marahnya (haha, pertama dan terakhir ya..). Atau sms-sms elo yang bilang, ”pipiii, aku sedih”. Thats it, no embel”, cerita boleh di-pending.. seakan-akan cuma pengen kasih tahu, “Woi vintya, temen lo yang di sini lagi sedih”.. Atau gua yang malah sms elo.. Walau kita 888jarang ketemu, walau kita beda jurusan, walau punya dunia masing-masing, walau gua gak sedeket temen lo yang lain, tapi gua ngerasa may, kalo kita lagi ngobrol itu suka pake hati.. kenapa ya? Apa gua doang yang ngerasa kayak gitu?

Yaaaa bodo amat, tapi seenggaknya, kedatengan lo tadi sudah bisa membuat lupa akan sedihnya gua hari ini.. Maaf ya, gua gak bisa diandelin kalo minta anter, diajak ketemuan.. sampe sekarang juga masih penasaran sama ayah dan kak tessha.. Humm, kapan ya maen-maennya? Nah, elo gua kategorikan sebagai teman yang kayak gimana ya? Well, gua gak tau pastinya, tapi yang jelas, salah satu diantara yang berharga.. Makasi ya..

orang-orang itu dinamakan teman

Orang-orang itu dinamakan teman.

Bukan hanya teman sepermainan saja. Pernah gak sih kamu ngerasa kalau kita sering mengkotak-kotakan arti sebuah teman. How u perceived your friends in your life?

Saya merasa memiliki dunia yang lain saat ini. Asyik dengan kegiatan sendiri. Bahkan salah satu diantara teman ada yang protes, ”Udah lupa ya jalan pulang? Apa perlu dikasih peta dulu?” atau ada yang seperti ini, ”Jangan sampe aku marah beneran ya, Vin. Ini gak ikut Itu gak ikut!”.. Maaf, maaf banget ya aqsa sapi, ibon, I miss u too, gals... Tapi kalian pasti mengerti keadaan ini ketika dihadapkan oleh kegiatan yang menyibukkan, apapun kegiatan itu, serasa memiliki dunia baru. Walau sebenernya kerjaan kantor belum banyak” banget. Cuma perubahan itu terkadang mengasyikkan. Berada di lingkungan baru, tempat tinggal baru. Dimana temen” deket saya ternyata berada jauh di sana. Ketika saya bersama mereka yang asing. Ada rasa penasaran yang pengen diselamin lebih dalam. Dan itu membuat ketagihan. Bukan berarti juga saya jadi sombong, bukan. Tapi ketika saya betah di suatu kondisi, maka pindah pula suatu habitat. Dan itu bukan hanya sekadar short moment aja. Hey, saya gak lupa sama mereka yang protes, sumpah.. tapi terkadang untuk mengistirahatkan diri pun juga gak sempet..

Back to the topic, teman yang sudah ditempatkan dalam topik-topik tertentu. Teman untuk mengeluh, teman untuk jalan bareng, temen kampus, temen sma, teman untuk curhat urusan kerja, teman menjalani rutinitas. Tapi diantaranya ada teman yang bisa membuat kamu mengingat namanya ketika merasa sepi. Atau bisa membuat kamu lupa akan kesedihan. Dan itu yang saya dapati hari ini.

Jadi selama ini saya mungkin hilang dari peradaban, hehe. Terbiasa menjalani dengan dia lagi dia lagi. Dan ketika merasa kecewa, busssssssshhh tiba-tiba ada kereta melintas dari arah berlawanan siap menggilas.. teeeeeeeeeetttttttttt, klakson si masinis telat memberitahu. Kosong banget, tiba-tiba bleng. Aneh aja gitu, kemana? Mau kemana? Mau cari teman dimana? Hey men, temen tuh banyak, cuma tercecer entah dimana. Dalam keadaan bingung, tiba-tiba ada message masuk, dari Julia Omayra Nasution. Nah, orang ini akan saya ceritakan dalam bab tersendiri, hehe..

Ketakutan akan merasa sendiri tuh sebenernya gak perlu, karena sebenernya kita punya seseorang yang ada di belakang. Mereka akan selalu ada, kemana pun kita menoleh. Cuma masalahnya adalah kita suka malas mencoba untuk mendekati teman-teman yang sudah terlupakan itu. Yaudah, sekalian aja, saya pengen terimakasiiih banget sama kalian. Yang mau menganggap gua teman. Yang masih menyimpan nomor handphone saya di phonebooknya masing-masing, mengucapkan ucapan untuk moment” tertentu, yang mengirimkan email-email lucu, yang membawakan oleh-oleh ketika pada mudik (oya, makasi banyak ya, hari ini dapet oleh” banyak, mulai dari gelang, mangga segede bagong, cokelat dan cimeng dari singapur haha yang satu ini emang bego banget dalam kasih oleh”, bolu gulung, bagelen dan dodol), yang kirim message gak penting haha..

Ah, gua merasa kaya banget.. walaupun jumlahnya gak banyak, lo lagi lo lagi, yang bikin seneng ya elo, yang bikin males ya elo juga.. Kalo lagi curhat emang udah tugas lo banget jadi kompor meleduk, kita timpukin bareng yang tuh enemy, hehe beraninya di belakang.. Teman selalu membela dan memperbaiki. Jadi kangen masa muda dulu, hehe.. dari mulai sd. Maaf teman TK, saya tidak berhasil melacak ingatan saya tentang kalian, maklum kapasitas terbatas.

saat liburan yang dinanti datang

Akhirnya liburan datang.. Setelah selama ini dinanti. Aduh kuping gua sebelah kiri sakit banget kenapa ya? Oya, berhubung kemaren lebaran, jadi kami, Vintya & Crew mohon maaf lahir batin atas segala kesalahan baik disengaja maupun disengaja (haha, jadi semua memang sudah terencana. Ingat, hidup itu keras men! Tindakan kriminal ada karena ada kesempatan). Kaget juga, ternyata masih banyak temen-temen yang tadinya gak pernah kontak tiba-tiba sms, eh yang deket malah ngilang entah kemana.. Aww, kuping gua sakit banget.. Masa congean sih?? Jorok parah kalau benar adanya..

Berbicara tentang lebaran akan berhubungan dengan istilah mudik. Mungkin bagi yang pernah membaca blog yang di-post jaman baheula, disitu gua sempet menceritakan bagaimana gambaran mengenai tempat mudik di dusun pedalaman yang paling dalam, tempat bapak berasal. Lain dari tahun-tahun sebelumnya, gua gak ikut mudik!!! Yey.. pengennya sih menjalani liburan ke tempat eksotik, dimana gak ada orang yang kenal, bebas berpakaian sesantai dan senyaman mungkin, pakai kacamata gelap yang terkadang gak ada esensinya. Tapi apa daya gak bisa kesampaian, liburan di Ibukota yang terasa jauh lebih ramah.
Liburan satu minggu ini seperti masa penghabisan untuk kebahagiaan yang yang pernah ada. Setelah ini, akan dibuka lembaran baru. Seperti apa nantinya gua juga belum tahu, gak bisa menerka juga. Karena semuanya pasti akan berbeda dan sama sekali belum terbiasa. Aaaarrrggggggghhhh, terkadang hal ini membuat gua menjadi kufur akan nikmat luar biasa yang seringkali menimpa gua. Lupa gitu sama keenakan-keenakan yang sempet gua rasain. Tapi justru itu yang menjadikan gua terlihat sangat manusiawi. Seorang manusia sangat biasa yang melankolis.

Oya, gua uda lulus masa management trainee, horeeee.. sekarang lagi nunggu masa penempatan aja, konon jumat ini diumumin.. yah akhirnya beberapa hari ini menjalani hari-hari tak berarti bersama 5 orang teman MT senasib sepenanggungan yang bodoh-bodoh, tak kalah bodohnya dengan gua. Satu otak yang sama.. kriminal. Tega-teganya menghujat gua sebagai ratu uler.. padahal mereka yang siluman kecoa. 5 pria yang mencoba membodohi gua sebagai satu-satunya wanita yang rela dibawa kemana-mana, termasuk kabur dari jam kerja. Menemukan benda aneh di suatu rumah susun, haha hanya kita yang tahu seperti apa benda itu. Sempat bikin gua trauma, geli gak karuan.. parah banget tuh orang yang pernah nempatin kamar.. anjrit.. dan kebodohan pun bertambah tadi pagi, saat gua sedang menemani mereka sarapan.. ceritanya, salah seorang dari kita yang liburan ke singapur kemaren membawa oleh” Cigar untuk salah satu temannya.. Gambar kotaknya sih coklat, pas dibakar juga bau coklat.. tapi lama kelamaan kenapa temen gua yang menghisap cigar itu jadi keringetan, terus mukanya jadi agak biru, ngomongnya ngelantur, kayaknya mabok nih orang.. Men, parah lo, cigar yang lo bawa itu ada kandungan ganjanya bego!! Wakakakakakakak....

Kalian memang bodoh, tapi kalo gak ada kalian, kehidupan gua biasa aja men..