Tuesday, March 11, 2008

path

Path analysis, mungkin ada yang bertanya, setan macam apa itu? Setan itulah yang beberapa hari ini menjadi mimpi buruk bagi seorang Vintya. Path analisis berbentuk tanda panah awut-awutan sebagai koefisien jalur dalam metodologi penelitian kuantitatif. Dan, metode serabutan inilah yang akan membantu saya dalam menganalisa penelitian saya.

Sebenarnya, gua gak mau pakai metode ini, tapi dosen pembimbing gua yang sakti mandraguna terus memaksa (tapi dia bilang sih ”saya gak maksa loh, tapi saya tahu kamu bisa). Konon katanya walaupun metode ini rumit, tapi bisa saya pelajari. Bagi saya, path analysis bukan metode tapi ****. Maka dosen pembimbing menjelmalah sebagai guru spiritual karena dia rupanya dapat menjinakkan metode tersebut.

Dibilangin gua gak mau, masih dipaksa. Eh taunya, wajah dia mengeras (padahal dia bilang dia gak maksa??). Skripsi pun semakin diperumit. Huuuh! Setelah satu minggu merenung di bukit Manglayang, akhirnya Vintya memilih jalan damai dengan mengikuti anjuran dosen (bukan, itu adalah perintah!). Setelah mengatakan hal ini, wajah dosen berseri-seri. Saat itu hari sudah malam dan menunjukkan pukul setengah delapan malam. Setelah bimbingan selama satu setengah jam di sebuah gedung perkuliahan, terlibatlah saya dalam percakapan seperti ini :

Vintya : ”Yaudah deh, Pak. Saya pakai path analysis saja. Tapi bapak harus bimbing saya lebih sering, karena saya punya target kapan mau lulus.”

Dosen : ”Bisa kok, nanti saya bimbing. Tenang saja, walaupun ini rumit, bisalah pokoknya. Kamu pelajari saja skripsi punya si C, dia juga pakai metode ini.”

Vintya : ”Sudah, Pak. Tapi saya masih bingung. Ini sudah saya gambar model strukturalnya, tapi saya masih belum mengerti bagaimana menafsirkan hipotesisnya. Lalu, skripsi siapa lagi yang bisa saya pelajari?”

D : ”Baru tiga orang yang pakai skripsi ini, tapi kamu pelajari saja skripsi si C”

V : ”Selain si C?”

D : ”Pelajari saja punya si C” (sebenarnya yang make metode ini tuh si C sama siapa ? mahluk gaib)

V : ”Yaudah, berarti sudah saya pelajari, dan hasilnya seperti ini”

D : ”Saya gak mau suapin kamu, kamu sekarang jangan pulang dulu, beli buku dulu di Gramedia” (Bok, barusan doi bilang doi mau bimbing gua??)

Padahal itu udah jam setengah delapan malem, dan itu di Bandung. Dan gua harus pulang ke Jatinangor naek bus yang harus ditempuh selama satu setengah jam, itu juga kalau gak macet dan selamat dari godaan tukang jeruk, tukang tahu, dan tukang lainnya. Akhirnya sambil menyesali nasib, gua membeli buku malam itu juga, dan belajar keras keesokan harinya.

Beberapa hari kemudian, gua ke bengkel statistik untuk konsultasi sekaligus minta jasa olah data. Terus saat menanyakan mengenai hal pembayaran, ternyata si konsultan statistik itu berkata lantang, ”400 ribuu..” dan langsung saja gua lanjutkan dengan satu kata, ”...seeeet” oh My God, kok mahal bener yah? Biasanya kan cuma 250ribuan. Ternyata pas ditanya, konsultan berkata, ”karena metode ini jarang digunakan dan biasa digunakan untuk S2 atau S3”..

1, 2, 3 ........ ”Bapaaaaaaak doseeeeeeeeeen!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”



PS : Bapak, kalo bapak liat posting ini, ini cuma curahan hati saat saya sedang merasa kesulitan ya.. tanpa bermaksud menyinggung hati siapapun..

Monday, March 3, 2008

spoke person

Hidup gua tuh cukup enak sebetulnya, tanpa harus membayar seseorang untuk menjadi juru bicara pribadi, eh gua malah punya banyak temen yang pangkatnya lebih tinggi dari juru bicara presiden.. Bok?? Yah berterima kasih lah gua pada mereka, tapi terkadang malah suka pada bikin heboh..

Padahal gua bukan tukang curhat sana sini, kalo ada keinginan atau masalah, paling gua cuma cerita ke satu orang (atau malah enggak sama sekali), DAN curhatnya juga tanpa menggunakan kode umum "ini rahasia dan jadi tolong sebarkan!", misalnya dapat dilihat dalam kalimat di bawah ini :
"Eh, bok bok, gua punya cerita, tapi janji ya jangan bilang siapa-siapa. Soalnya gua cuma cerita sama lo aja, janji ya, sumpah ya?"

Nah, gua gak pernah tuh kayak gitu, tapi kenapa temen" gua pada inisiatif jadi spoke person gua ya? Apa gua salah GAUL dalam komunitas mahasiswa ilmu komunikasi yang kedoyanannya ngomong? Contoh kejadian :
1. Gua batalin janji sama temen, karena nyokap gua sakit dan sempet mau di opname.. Bok? kenapa semua orang jadi banyak yang nanya via sms? Padahal nyokap gua udah sembuh lagi, dan gak seheboh itu juga kali sakitnya. Thanks ya buat perhatian ke nyokap, special thanks to Opur buat jaringan komunikasinya yang begitu handal, gak percuma ya..
2. Dulu, waktu gua masih semester 2 atau 3, tiba" udah pada banyak yang nanya : "lagi nyusun skripsi ya, apa judulnya? kapan lulusnya? Boookk? baru juga kuliah 1 tahun, masa udah skripsi lagi? perasaan gua ambil S1 bukan D1.. Ok, thanks ya buat kebohongan publiknya, gua tau banget nih siapa yang gembar-gembor kebohongan ini, namanya Ocha jurusan Jurnalistik Fikom Unpad..

3. Sekarang banyak orang yang nanya gua udah lulus apa belum, gara-gara spoke person gua yang paling speak up (bahkan ia juga membuka dan menyebarkan merpatinya) memberitakan kabar burung, bahwa Vintya sudah lulus dan skripsinya menggunakan inilah itulah.. Eh, mamen! ngaco banget sih lo, kenapa gua jadi beban mental gini harus cepet" lulus gara" kehebohan lo itu?? Mubazir banget Habibie yang pintar itu punya keponakan macam elo, haha.. becanda mamen, lulus bareng ya?? Nama orang ini adalah Gadis Dwi Sartika Habibie.


Dan masih banyak lagi yang lainnya, termasuk ui.. bahkan hal gak penting pun diceritain, kerjaannya menaikan harkat dan martabat gua aja.. temenan d sama dia, pasti merasa dihargain banget.. Semua kelebihan yang lo punya bakalan digembar-gembor dah.. such a good marketer..

Ok, thanks ya semua, gak semua yang lo denger itu bener. Mungkin ada yang salah saat penyampaian, atau kesalahan ada pada anda yang jarang membersihkan lubang kuping..

Thursday, February 28, 2008

black hole dan mimpi

Dalam suatu waktu, tentunya manusia pernah mengalami fase dimana mereka sangat ketakutan dengan kehidupan, jenuh dengan rutinitas yang ada, atau merasa kehilangan apa yang telah menjadi kebiasaan. Fase dimana ia tidak memiliki kepercayaan diri setelah begitu berambisi mewujudkan tahapan-tahapan menuju cita-cita yang telah dirancang. Padang tandus setelah lahan itu digambarkan dalam sketsa hutan hujan. Mungkin tidak seironi itu. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi besok, tapi akan selalu ada harapan yang menjadi alasan mengapa manusia merasa harus bernafas. Walaupun yang dihisap hanya sekadar racun. Mungkin tidak mematikan.


Kehidupanku cukup miskin untuk memiliki kenangan. Terlalu konsvensional dan kurang mengerti bagaimana cara menikmati hidup. Namun aku juga belum terlalu mengerti bagaimana cara menikmati hidup yang sebenarnya. Batasan apa yang menjadikannya didaulat untuk berstatus nikmat. Karena itulah aku sangat hobi mengamati tingkah laku manusia yang lalu lalang. Melihat kearah jalan dan menebak apa yang di dalam pikiran manusia yang berjalan di trotoar sana. Berempati dengan kakek tua yang hidup terlantar. Kagum dengan kesuksesan seseorang. Rendah diri akibat membandingkan diri dengan seseorang yang berhasil dan begitu hebat dalam menghadapi cobaan. Dan senang sekali berkomentar tentang apa yang dipakai seseorang untuk menampilkan karakternya. Semua untuk menemukan arti kata nikmat.

Siapa lebih berarti dari apa. Apa yang dikatakan tidak menjadi lebih penting daripada siapa yang mengatakan. Maka nilai menjadi segala-galanya untuk membentuk siapa. Siapa akan menjadi berharga.

Sebetulnya apa yang sedang aku perbincangan. Berada dalam diskusi intrapersonal yang menjemukan. Uring-uringan. Merasa kurang mengerti dengan apa yang dirasakan dan menjadi sensitif karenanya. Tidak tahu apa yang menjadi fokus pikiran disaat memiliki banyak hal yang harus dipikirkan. Bukankah setiap orang pernah mengalami hal ini?

Oya, tadi malam aku bermimpi bertemu dengan nenek. Ia tetap cantik dengan bibir yang dipoles warna merah (sumpah nenek gua pake lipstik). Cantik dan bersih seperti biasanya. Ia datang padaku setelah aku bermimpi bahwa kakek pergi untuk selama-lamanya, pergi menyusul nenek. Aku menangis, dan nenek datang kepadaku. Aku menangis karena kedua orang yang aku cintai telah meninggalkanku, sekaligus bahagia karena mendapat kesempatan bertemu dan berbicang dengan nenek, walau dalam mimpi. Aku mengatakan padanya betapa aku menyayanginya dan betapa aku mencintai keluarga ini, keluarga yang telah ia bentuk melalui kasih sayangnya. Tapi nenek hanya menjawab dengan berkata seperti ini, ”Kadang manusia hanya mendengar apa yang ingin didengar, melihat apa yang ingin ia lihat. Mereka bertingkah laku sesuai dengan keinginan mereka untuk mencari pembenaran diri”.




Mukanya cape akibat diabetes sialan yang bercokol diraganya



Sumpah ya nek, cucunya ngerasa nenek gak nyambung. Tapi mengapa kata-kata itu begitu terngiang, bahkan hingga beberapa jam setelah saya bangun dari mimpi. Setelah hampir 7 bulan, akhirnya nenek datang dalam mimpi dan mengatakan hal itu. Kalimat yang akhirnya membangunkanku tidur.

Friday, February 22, 2008

1 milyar keberuntungan, Lelang!

Aku beruntung. Pernah suatu kali seorang temanku memintaku supaya bersedia mendoakan dia. Menurutnya, doaku selalu dikabulkan Tuhan. Haha, harusnya aku membuka bisnis rental doa berdasarkan kepercayaan itu. Sedangkan temanku yang satu berkata dengan pandangan sinis , “Lo termasuk orang yang beruntung ya, tapi kenapa mesti elo? Padahal lo kan gak soleh-soleh amat, haha.” Bok??
Ceritanya gini, temen-temen gua pada heboh setelah dikuaknya sebuah misteri yang sangat menguntungkan saya. Tapi sebelumnya, biakan saya menceritakan latar belakangnya terlebih dahulu, biar seru. Sudah hampir sati setengah tahun ini, Bakrie dengan produk Esianya telah mewarnai dunia komunikasi saya. Selama itu, sms yang saya kirim (ke semua provider lain, ke berbagai kota) selalu gratis. Pulsa tidak pernah berkurang apabila saya menggunakan layanan sms. Dan itu berlaku sampai satu setengah tahun, bukan cuma sehari atau seminggu bahkan sebulan. Lalu Esia yang saya punya beralih status menjadi ”Wartel SMS Gratisan” Berita ini telah diketahui banyak orang, bahkan orang lain yang tidak saya kenal. Saya begitu pemurah meminjamkan hp cdma ke semua tangan, sampai tak terdeteksi dimana keberadaannya. Tombolnya pun rusak, sampai saya harus ganti Hp cdma baru. Hmm, sebenarnya saya hanya ingin berbagi dengan teman-teman yang menggunakan sms gratis itu karena menganggap ke-gratis-an ini disebabkan oleh bocornya jaringan Esia. Penggunaan itu bersifat korupsi. Korupsi menghasilkan dosa. Dan dosa tidak enak apabila dimakan sendiri. Saya harus berbagi, hahaha.






Hingga seminggu lalu, misteri ini terkuak. Ternyata gratisan itu bukanlah mas kawin keluarga Bakrie untuk meminang saya. Bukan.


Selama ini, apabila ingin mengecek pulsa, saya hanya menekan *955, kemudian terdengarlah suara si mbak” yang memberitahukan sisa saldo. Dan apabila mengecek dengan layanan *555, akan dibalas sebuah sms. Biasanya, saya hanya membaca hingga bagian sisa pulsa talktime saja. Ternyata, jika dibaca dengan seksama dan dalam tempo yang sewajarnya, di sana tertera pesan seperti ini :

Saldo Talktime : Rp. 10.486. Masa aktif s/d : 19/03/08. Saldo bonus : 999990999 SMS. Masa aktif bonud s/d :11/09/16. Isi ulang terakhir Rp. 25.000 pada tanggal 19/11/08
(*sumpah gak ada yang dirubah)

Bok??? Gua dapet gratisan 1 Milyar SMS. Bukan nominalnya tapi 1 MILYAR x SMS gratis ke semua provider. Yang kalau bisa diuangin sebesar >200 MILYAR. Tapi sayangnya gak bisa dicairkan dalam bentuk uang. Sial. Lihat lagi sebentar, bok?? Gratisannya sampe 2016!! 8 tahun lagi.. Di saat umur gua udah 28 tahun. Oh My God, diumur sebelia ini gua udah punya warisan?.. Oya, misteri ini berhasil dikuak oleh Shava, dia temen milyarder saya. Maksudnya, ternyata selain saya, Shava juga mengalami hal yang sama. Kami adalah dua manusia terpilih.

Sayangnya, gua pengen lulus cepet” hengkang dari Jatinangor. So, nomor esia bandung ini akan mubazir. Jadi gua mau lelang aja kartunya Mei nanti, haha. Dan udah ada yang berani nawar, ada yang berminat? Karena saya serius.

Friday, February 15, 2008

LOVE

Beberapa jam lalu, saya nonton film “LOVE”, bersama sejuta pasangan penuh kasih yang berada di dalam gedung bioskop daerah Gatot Subroto yang diapit oleh Hotel KC dan Unilever, sebut saja gedung itu Planet Hollywood. Di dalam gedung terdapat pula sejuta cinta. Bagaimana dengan film? Beberapa artis beken turut melakoni LOVE. Ceritanya sederhana. Tapi secara keseluruhan, saya suka. Mungkin juga didukung oleh faktor pengambilan gambar dan sound yang mengiringi. Maaf, saya bukan kritikus film dengan detail komentar yang memojokkan. Apa yang saya lihat dalam dalam LOVE? Film sarat cinta. Sebongkah cinta yang terfokus pada lawan jenis yang menarik perhatian, bukan cinta untuk keluarga, untuk teman, ataupun untuk sahabat.




Cinta. Menurut manusia yang ku cinta, cinta adalah kondisi saat seseorang rela untuk melsayakan hal yang tidak pernah mereka lsayakan sebelumnya. Perspektif ini tidak dapat disalahkan. Segala sesuatunya akan terlihat sangat mungkin untuk dilsayakan apabila kita berada dalam keadaan mencinta.


Semua yang melekat pada dia yang dicinta akan terlihat sempurna. Merugilah ia yang tidak pernah memiliki cinta. Dia tidak akan pernah melihat kesempurnaan. Miskin.


Konon, saya sangat menikmati hidup, mensyukuri, karena selalu mendapat apa yang saya inginkan. Walaupun terkadang tidak selalu persis seperti apa yang diharap. Hingga saya menemukannya. Masih sangat jelas kali pertama mata saya bertemu pandang dengan matanya. Seseorang dengan titik hitam di bawah mata kanannya. Dia, di sudut ruang. Dia tidak pernah saya lukiskan dalam bayangan. Pun saya tidak pernah menggambarkan kriteria yang harus melekat pada orang yang akan kunilai baik untuk dikagumi, sebelumnya. Kini, kanvas itu telah terisi dengan goresan warna, dialah yang muncul.


Saya tidak tahu apa ini cinta atau perasaan lain. Tapi pernah kah kalian merasa sakit dibagian hati --seperti yang beberapa kali saya rasa-- saat kalian benar dan/atau yakin bahwa dialah yang kalian sayang? Kini saya memejamkan mata, menghembuskan nafas, lalu tersenyum. Sepersekian detik sebelum membuka mata, terlintaslah dia. Diantara pejam dan membuka mata. Iya, hati ini sakit, seakan ditusuk, karena saya terlalu menyayanginya.


Setiap hari selalu bersama, walau terpisah ratusan kilometer. Mendengar suaranya adalah mukjizat. Saya sangat berterimakasih karena Tuhan menciptakan Alexander Graham Bell. Tidak ada kata jenuh mendengar nyanyiannya walau telinga telah panas, satu jam, dua jam, tiga jam lewat sudah. Hanya untuk memberitahu bahwa betapa saya merindunya. Hanya untuk bertanya kesekian kali tentang perasaannya. Apa dia menyayangiku? Pertanyaan yang tak penting dan tak perlu ditanya. Tapi begitulah perempuan. Hanya ingin mendengar apa yang ingin didengar.


Pahatan membentuk keindahan dalam setiap inci tubuh yang dimiliki. Bukan hanya bagian luar, kebaikan dan keramahan dapat diterawang tanpa harus memiliki mata tembus pandang. Kini mataku terpejam lagi, kemudian menghembuskan nafas lagi, lalu tersenyum lagi. Mengingat betapa indahnya manusia ini saat ia bersandar di sebuah sofa dan memandangku dengan tatapan manja, luluh. Ada simpul di bibirnya. Sesekali saya datang untuk mencium. Berkali-kali pula kubenamkan kepala untuk bersandar padanya. Kadang bergantian, ia yang bersandar dan diakhiri dengan sebuah ciuman di bahuku. Saya merasakan sakit lagi, saya merasakan cinta dari dan untuknya.


Tidak ada yang patut dicela darinya. Lagi-lagi, mataku terpejam, menghembuskan nafas, lantas tersenyum. Wangi. Tiba-tiba ada harum tubuhnya. Bukan wangi dari kopi. Bukan pula wangi bunga. Harum ini telah melekat ditubuhnya sejak pertama saya menghirup wanginya dan dikutuk oleh para penyihir supaya tidak pernah hilang. Walau tertiup angin atau terhalang wangi dan/atau bau lain. Ia sangat wangi. Oh, aku juga hapal tubuhnya. Berapa tingginya, besar tangan dan kakinya, berat badannya, bentuk anggota wajahnya, sebesar apa harus kulingkarkan tanganku untuk dapat memeluknya. kubiarkan mataku buta, dan kubiasakan tangan ini merabanya supaya dapat menghapal detail manusia terindah. Lagi dan lagi, aku tersenyum setelah memejamkan mata dan menghembuskan nafas.


Setiap ciuman adalah bermakna. Bukan hanya ciuman pertama. Tapi ketika dia mencium mataku saat saya ingin tidur memimpikannya. Saat mencium pipi atau pelipisnya untuk memberitahu betapa lucunya dia. Sewaktu ia mencium kepalaku sekadar merasa bahwa ia menyayangiku. Kala saya mencium tangannya, tanda menghormatinya. Atau ciuman di punggung layaknya seorang kakek yang ingin meyakinkan bahwa cucunya terjaga. Dan, di detik saya mencium bibirnya. Getaran itu masih ada, dag dig dug yang terasa sangat. Padahal ini bukan kali pertama, kedua, atau ketiga. Getaran yang semakin berharap bahwa ia adalah orang yang akan ada di sepanjang hidup.


Tuhan, terimakasih telah menciptakanku dengan indera yang utuh sehingga bisa memanjakan diri dengan mendengar, melihat, mencium, meraba, dan mengecap cintanya. Saya telah berjanji bahwa tidak akan pernah berhenti mencintainya. Terimakasih telah membawa saya dikehidupannya dan dia dalam kehidupanku. Izinkan supaya saya bisa membahagiakan dia, membuatnya terjaga. Dialah saya pilih, yang selalu membuatku bangga.


Tetaplah bermain dalam hidupku dan melewati hari kasih sayang bersama di tahun-tahun berikut. Walau dikeseharian kita selalu ada dan penuh cinta. Aku, masih menjadi orang yang selalu berharap bahwa nama-mu lah yang akan tertera di layar saat telepon genggamku mengeluarkan suara. Oh sayang, engkau begitu.. sempurna..


* Ini bukan kisah tentang sepenggal cerita cinta. Tapi kisah ini adalah sepenggal cerita tentang cinta.

Monday, January 28, 2008

Rully sering memberi Vintya, Vintya sering berterimakasih

Apa coba?
Gua cuma mau sounding rasa senang gua.
Kenapa?
Karena punya iPod baru!!

Sabtu kemarin gua ketemu ui, terus dia hadiahin gua barang itu. Baik banget ya dia. Kalimat tadi bukan pertanyaan tapi pernyataan. Shuffle warna orange. Lucu dan kecil banget. Walau dia tahu gua gak terlalu butuh musik dalam hidup gua, musik bukan jalan hidup gua, tapi dia tetep mau kasih iPod-nya buat gua. Jadi sebelumnya, keinginan untuk memiliki iPod pun gak pernah terlintas, mending duitnya di-save buat hal yang bikin gua puas dengan barang atau hal lain yang lebih menyenangkan diri. Tapi setelah dikasih dia, gua seneng. Karena dia sangat berniat memberikannya, dan niat tulus itulah yang menjadikan iPod tersebut mempunya nilai lebih.


Ok gini, ui udah punya iPod. Dan dia dapet iPod ini setelah dia ikut meeting dengan salah satu pihak yang bekerja sama dengan perusahaan dimana ia bekerja. Beberapa hari sebelum kasih iPod ini ke gua, dia bilang gini, ”Hari kamis ini aku meeting 4x, dari jam 9 pagi sampai jam 6 magrib. Trus malemnya masih ada dinner segala. Pasti malem banget kan nih pulangnya? Eh tapi si investor yang meeting itu katanya mau kasih iPod. Nanti iPodnya buat kamu aja ya.” Gua bilang, ”Gak usah ui, makasi”


Sehari sebelum kasih barang itu, dia bilang lagi bahwa kemaren dia baru balik dari meeting and dinner jam 11 malem. Dan ternyata benar bahwa dia mendapat iPod yang dijanjikan dari pihak investor. Adeknya (yang ngeliat) juga mau. Yaudalah gua tolak, gua gak mau terima tuh barang dengan alasan : (1) iPod bukan barang murah, bukan barang yang dibeli tanpa berpikir lama (2) gua kan bukan budak musik, gak terlalu butuh juga, (3) adeknya mau, yah kasih lah. Tapi dia malah bilang gini, ”Denger yah, walaupun aku belum punya iPod, aku juga bakalan tetep kasih iPod ini buat kamu. Karena dari pertama aku tahu bahwa aku bakal dapet iPod ini pun, aku udah niat mau kasih ini ke kamu.”


makasi ya makasi, u are too much
Beruntungnya diriku mengenalmu, hehe. Hal itu pula yang dikatakan oleh temen-temen gua (mereka juga kenal ui) pas gua pamer, haha. Mereka sirik, dengan mengeluarkan kata-kata tidak percaya yang diakhiri dengan menyebut berbagai macam nama dari bermacam kategori. Ada yang menyebut nama tuhan dengan berkata, ”Oh My God”, ada yang menyebut nama binatang peliharaan, ”Anjing, arva”, ada yang menyebut nama mahluk halus, ”Setan, enak bener”.. yah yah yah, tapi mimik mukanya sama, gabungan dari sirik dan mikir kok ui baek banget, haha. Padahal iPod doangan aja, haha.. gua gak pernah kepikiran bakal ngebuang uang gua buat beli barang beginian.
Sebenernya, ini bukan pemberian yang pertama. Dia juga suka kasih bajunya buat gua, pakai acara ngotot harus diterima. Lah, kan gua jadi gak enak. Kalo ada baju dia yang katanya "cocok nih sama kepribadian vintya", doi kasih lah ke gua. Macam apa aja kan gua? Contohnya baju tengkorak yang dia kasih. Katanya, kepribadian vintya seperti itu (?!... cinta laura suka tengkorak. Vintya suka sama cinta laura. Vintya suka tengkorak). Haha, dia menggunakan (.. apa namanya dalam pelajaran bahasa indonesia SMA doeloe), lagian ya ui, siapa yang suka sama cinta laura??? Makasi ya, selalu ingat gua saat mendapat sesuatu. Tapi lebih baik, barangnya digunain buat kamu aja..
Yah, gua seneng punya iPod dari dia. Bakal gua jagain. Bakal gua sayang-sayang, iPod beserta yang memberikannya. Makasiiiiiiiiiiiii yaaaaaaaaaaa.. ;)

selamat jalan, Pak



Selamat jalan, Pak Harto.


Saya melihat, banyak sekali masyarakat yang mengantar kepergian anda. Mengingatkan saya pada si komo, jakarta macet gara” bapak lewat. Walaupun tidak mempunyai hubungan apapun, mereka bersedia berdiri di sepanjang jalan, melepas anda sambil melambaikan tangan, bahkan sesekali menyeka air mata. Ikhlas, walaupun anda pun tidak membalas lambaian itu. Bukan untuk sekadar menjalankan politik ’asal bapak senang’. Ironi, beberapa merasa sedih saat apa yang sedihinya sudah tiada. Tidak, ini bukan ironi, ini adalah hal biasa.


Saya tidak pernah membenci anda sama sekali. Tapi saya juga bukan pendukung bapak yang setia. Empati dan antipati terhadap anda tidak hinggap dalam diri saya. Saya mengenal anda, dari film dokumenter yang diputar setiap tahun pada tanggal 8 Juni dalam rangka peringatan ulang tahun anda. Saya melihat bapak naik sepeda gandeng, main golf, mancing ikan, metik buah di Mekar Sari. Bapak tersenyum bahagia, dengan mata sipit. Saya juga ingat betul waktu istri bapak lebih dahulu berpulang ke Rahmatullah. Seluruh stasiun tv baik nasional maupun swasta saat itu banyak yang mengalunkan lagu yang salah satu liriknya, ”betapa hatiku takkan pilu, telah gugur pahlawanku..”, humm tapi saat ini, lagu ini kenapa tidak begitu sering didendangkan untuk anda ya? Yah setidaknya pemerintah meminta kesediaan rakyat untuk memasang bendera setengah tiang hingga tanggal 2 Februari nanti.


Tapi sayang, pak. Sepupu saya yang sedang duduk di bangku kelas 6 SD hanya mengenal pak Harto sebagai tukang jahit langganan ibunya. Apa nama bapak tidak terukir dalam sejarah untuk dikenal mereka yang dijuluki tunas bangsa?


Saya tidak percaya kalau nama bapak tidak dielu-elukan dalam buku pegangan sejarah anak SD. Apa sejarah masa kini terlalu rumit atau membingungkan? Banyak sejarah yang sengaja ditiadakan dan dibuat sesuka hati dalangnya. Bapak kan Bapak Pembangunan. Bagaimanapun juga, saya pernah merasakan enaknya hidup di jaman keemasan bapak. Dimana 1 USD senilai Rp. 2000,00. Bok???? murah ya.. Banyak ko yang sudah bapak lakukan. Tapi sesuai dengan peribahasa ”karena nila seitik rusak susu sebelanga” atau ”panas setahun dihapus hujan sehari”.. orang-orang membutakan dirinya, mereka hanya bisa melihat kerusakan yang dialami negara dan imbas terhadap diri mereka karena ulah peninggalan atau warisan bapak yang berupa hutang.


Tapi saya tidak pernah benci bapak kok. Saya melihat anda sebagai kakek-kakek yang kaya, rapih, dan cukup ganteng, yang punya anak dan cucu yang tak kalah ganteng pula sehingga salah satu teman baik saya beserta ibunya sempat tergila-gila pada anak dan cucu bapak.

Selamat jalan ya, Pak. Proses kepergian bapak begitu sulit, yah moga-moga ada hikmahnya, hitung-hitung sakit dan penderitaan di dunia menghapus sedikit dosa, lagi-lagi katanya lho.. Doa-keun semoga rakyat Indonesia pada pintar-pintar dan rajin bekerja, berpikiran terbuka, punya keinginan maju, saling tolong menolong, arif bijaksana, cerdik cendikia, budiman dan taat menjalankan perintah agama. Dengan demikian, kami bisa membangun bangsa yang sudah tua, dan dengan cara apapun yang penting bisa memperbaiki keadaannya satu persatu-satu. Cukup sudah semua penderitaan, musibah, dan hal tidak menyenangkan lainnya yang tidak kami kehendaki.

Semoga bapak tenang ya, diampuni dosanya, dan diterima di sisi-Nya. Seneng ya bisa deketan sama Bu Tien lagi, kan satu kompleks kan yah di Astana GiriBangun? Indonesia, sudahlah. Kita awali lembaran baru, dengan resep-resep baru yang kita racik sendiri dengan segala rasa kepositifan. Yang sudah biarlah berlalu, kita tidak mungkin bisa hidup bahagia dengan perasaan mendendam dan terus menuntut akan suatu ketidakadilan.

tabrak ambruk


kebodohan di Jumat Siang
25 januari, gua tolol. Gimana enggak? haha.. Gua nabrak pager dalem sampai ambruk. Mobil itu udah berenti kok (dalam posisi mati, dan gua udah sempet turun malah), tapi gua liat kalau mobilnya kurang rapet pas parkirnya, yaudalah gua mau majuin dikit lagi aja, tapi.. Gua lupa kalo mobil yang ini automatic.. B_R_AA_KKK!!! nabrak dikit.. Gua kaget, nyokap pun teriak kaget, yah gua makin kaget lah, makin lupa aja status tuh mobil matic, ya makin diteken lah gas-nya.. dan eng ing eng.. ditabrak semakin dalam dan pagernya tak kuasa ambruk. Selesai. Selamat, Vintya.

Untungnya, bokap nyokap gak marah. Tapi tetep aja gua kagaK enak. Eh tapi, seumur-umur gua udah nabrak 3 kali, bukan nabrak deng, nyerempet 3x. Dimana? Di parkiran rumah sendiri 2x, dan di parkiran rumah nenek 1x, haha. Anehnya, tiap kali nabrak ada aja kejadian yang gak ngenakin. Waktu nyerempet pager rumah pertama kali, pokoknya ada kejadian gak ngenakin yang gak bisa gua ceritain (haha, bukannya sok rahasia, tapi itu jaman sma, jadi udah lupa). Nyerempet kedua dengan objek berupa pilar parkiran rumah nenek gua, tgl 4 Agustus 2006 sekitar jam 7 pagi. Dan ternyata, jam 1 siangnya nenek gua meninggal. Nah, yang nyerempet kali ini bikin gua takut ada apa”, parno.. Mudah-mudahan gak ada apa-apa, semata-mata hanya perilaku ceroboh gua aja, amin..

Friday, January 25, 2008

feminist, anda mencintai perempuan?

Saya pernah ditanya oleh salah seorang teman setelah kami mengikuti perkuliahan tentang feminis, ”Kamu feminis, Va?” Terus gua jawab aja, ”Iya, gua mencintai perempuan” Terus kita berdua ketawa-tawa, lebih tepatnya merasa aneh dengan apa yang baru saya katakan sebelumnya, hahahaha. Menurut Narasumber perkuliahan, Aquarini, doi bilang gini, ”Siapa pun yang mencintai perempuan adalah seorang feminis.” Hmm, dan nampaknya saya memang mencintai perempuan. Gua gak suka ngeliat perempuan direndahkan oleh laki-laki dengan siulannya. Gua kasian sama perempuan yang sampai tega menjajakan dirinya untuk memperoleh uang dengan jalan pintas. Gua salut dengan perempuan-perempuan yang bekerja sekaligus masih bisa menjaga hubungan bersama keluarganya dengan baik.



Hoho, berarti.. laki-laki juga feminis dong? Tadinya gua kira begitu. Karena lelaki normal sudah pasti mencintai perempuan. Berarti feminis dong? Setelah dipikir-pikir lagi, nampaknya bukan. Kenapa? Kenapa? Karena sebesar apapun mereka mencintai perempuan, mereka tetap tidak bisa merasakan apa yang dialami perempuan tapi laki-laki tidak. Laki-laki tidak mengalami menstruasi, mereka juga tidak pernah merasakan bagaimana emosinya jiwa ini ketika menghadapi hal-hal remeh yang tidak sesuai saat perempuan sedang PMS (bok, naluri pembunuh terkadang muncul!), laki-laki juga gak pernah hamil atau ngerasain sakitnya melahirkan (konon, yang ini gua juga belum pernah ngalamin), dll.







Oke, oke.. seberapa besar feminis yang terkandung dalam diri gua? Kurang tahu ya. Karena gua juga gak terlalu paham atau bahkan mencoba mendalaminya pun tidak. Kurang kritis juga otak gua untuk berargumen tentang hal kayak beginian. Tapi biasanya, saat berdebat tentang feminis, pasti lanjutannya ngebahas tentang kesetaraan gender ataupun poligami. Iyaya, perempuan emang lagi giat-giatnya memperjuangkan supaya mereka diakui sejajar dengan laki-laki. Pendapat gua? Haha, jangan tanya, culun banget pasti jawaban gua.

Ayo berputarlah otak, cari tahu jawabannya!! Gua sih selalu mencoba menyikapinya dengan santai, karena gua yakin baik perempuan maupun laki-laki diciptakan sudah dengan kodratnya masing-masing, punya peran dan tanggung jawab tersendiri. Gender? Perbedaan antara laki-laki dan perempuan (eits, coba kita ubah urutannya ”perempuan dan laki-laki. Bahkan hal ini sudah ter-setting, urutan perempuan adalah setelah laki-laki) yang tidak hanya terletak pada jenis kelamin akan tetapi juga terletak pada peranannya masing-masing yang sudah dikonstruksikan oleh budaya dan masyarakat setempat. Misalnya, perempuan bisa melahirkan karena punya rahim, sedangkan laki-laki tidak. Itu namanya perbedaan secara seks. Sedangkan, perempuan harus bisa hamil untuk benar-benar menjadi perempuan yang sesungguhnya, itu berkaitan dengan gender, karena sudah menyangkut peran ataupun budaya.. Hahaha, lagi-lagi sotoy marotoy!!



Oke, balik lagi ke kesetaraan gender tadi. Gua belum punya argumentasi yang ok untuk mengomentari hal ini. Yah jalani ajalah kodratnya masing-masing. Kalau perempuan berani berteriak untuk disamakan yang sesama-samanya dengan laki-laki, berarti mereka harus siap dengan konsekuensinya. Mereka harus siap, mau, dan mampu melakukan hal yang dilakukan bisa, atau biasa dilakukan oleh laki-laki. Tapi coba deh dipikir, perempuan minta disetarakan? Berarti mereka mengakui bahwa ada yang tidak setara? Lebih rendah? Masalahnya sampai saat ini gua belum pernah denger ada kaum laki-laki yang minta disetarakan (maaf kalo ada yang udah pernah denger, tapi gua belum pernah tau, tolong dikoreksi). Ayo dong perempuan, kita harus pede. Gak usah repot-repot berteriak, minta diperlakukan sama. Langsung kasih actionnya aja. Kalau kita capable, apa yang kita lakukan dinilai baik, pasti dapet kesempatan kok untuk berlagak.. beruntung banget kita hidup di jaman sekarang. Gua jadi kasian sama Ibu kita Kartini. Dia dianggap sebagai salah seorang pelopor emansipasi di Indonesia, tapi gua gak tahu seberapa sering juga doi nangis karena di madu (or racun) sama lakinya? Well, hati Ibu kita Kartini siapa yang tahu? Hehe.



Ayo perempuan, kita harus menghargai diri sendiri. Sadarilah bahwa kita itu begitu indah. Percaya sama gua. Saat kita berpakaian seksi (apalagi telanjang), coba liat reaksi lelaki, huuhu kebanyakan gembira, seneng gila, kayak udah gak ketemu nasi ribuan tahun. Coba kalau laki-laki yang telanjang, haha kebanyakan dari perempuan bilang ”apaan sih jijik banget” (hoho, hati perempuan siapa yang tahu?). Oke selingan dikit ya, cewe pengen tampil semenarik mungkin dengan berdandan secantik mungkin, kenapa? Karena secara tidak sadar ingin dilihat cantik oleh laki-laki kan? Butuh pengakuan laki-laki. Berarti menganggap laki-laki lebih punya hak untuk menilai apakah perempuan terlihat cantik atau kurang cantik.

Bagaimanapun kita lebih unggul kok, kita yang melahirkan laki-laki. Tapi ironinya, nenek moyang perempuan yang bernama hawa hanyalah (berasal) dari tulang rusuk nenek moyang laki-laki bernama Adam. Bok??? makanya gak usah dipusingin, tapi asik juga ya? Udalah santai aja nyikapinnya.. laki-laki dan perempuan, riwayatmu kini..

Poligami, racun dunia

Masalah ini emang paling dibenci kaum perempuan kayaknya. Haduh haduh, kasih aja suaminya racun, hehe. Tuhan jangan sampai saya di poligami. Saya tidak kuat Tuhan jika pasangan saya harus mendua. Lebih baik mana? Pasangan anda selingkuh hati atau selingkuh badan? Kalau susah, gak usah dijawab. Biasanya laki-laki bilang gini, ”Nabi aja istrinya banyak.. atau Untuk menghindari perzinahan, makanya saya menikahi dia.. atau Ya pokonya banyaklah, mengatasnamakan cinta” Padahal serakah aja ya, laki-laki mau yang baru tapi gak mau ngelepas yang lama. Tapi yang si pemeran yang lama juga bego dah, mau-maunya diracun.




dilarang poligami!



Gua jadi inget cerita temen gua setelah dia mewawancarai seorang pakar feminis, ”laki-laki sering berlindung dengan membawa nama nabi. Nabi punya istri seginilah atau segitulah. Tapi apa laki-laki jaman sekarang tahu bagaimana proses sunatan di jaman nabi dulu? Digetok pake alat apa tuh namanya. Gak kayak jaman sekarang yang bisa pakai laser.” Well, pertanyaan gua sekarang, yakin mau nyamain dirinya dengan nabi? Yakin bisa melakukan apa yang dilakuin nabi? Sunat kayak jaman nabi mau?





Lagipula, yang gua tahu, yang dikawini nabi kan perempuan tua, nenek, janda-janda yang suaminya mati karena perang. Pertanyaan selanjutnya, yakin mau ngerawat nenek tua? Yakin mau cari janda yang kurang cantik? Nah, gimana laki-laki yang berargumen bahwa mereka berpoligami karena jumlah laki-laki lebih sedikit dari perempuan. Yang gua pernah denger dari seseorang, sebenernya jumlah laki-laki lebih sedikit dikarenakan kaum perempuan relatif mempunyai umur yang lebih panjang dari laki-laki. Makanya terdapat ketimpangan dalam jumlah perempuan dan laki-laki. Banyak nenek-nenek panjang umur yang merajalela dibandingkan kakek-kakek pendek umur. Pertanyaan berikutnya, yakin mau ngawinin nenek-nenek aja?







Kenapa perempuan gak bisa poligami juga? Haha, gua saranin jangan. Kenapa? Kebayang aja gua, kalau satu orang istri memiliki empat orang suami. Pas sang istri hamil, doi bingung itu yang lagi dikandung anaknya siapa dari suami keberapa? Haha. Kebayang gak ada ribuan perempuan kayak Sandi Harun yang ngetes DNA buat sekadar tahu siapa bapak dari anak yang sedang dikandungnya, hahahaha gak ngebayangin gua.. Well, sebenarnya gua gak ekstrim banget sih menanggapi poligami. Tapi jelas banget kalau gua gak pengen di poligami. Bahkan diselingkuhi oleh pasangan pun enggak bisa ngebayangin.



Cobalah untuk setia dengan pasangan masing-masing. Cintai mereka seperti saat pertama kali kalian menyakini bahwa dialah yang kalian cintai. Cinta seumur hidup. (haha, bok, bisa-bisanya gua ngomong gitu). Mungkin banyak banget alasan yang mendasari mengapa seseorang ingin me- dan di- poligami. Dan itu juga hak mereka. Tapi, yang namanya perasaan susah banget buat dibagi, apalagi jika pembagian itu menuntut keadilan, sama rata. Otomatis harus siap dengan konsekuensinya juga. Hmm, mungkin gua manusia biasa yang bisa hilaf, tapi kalau urusan mencintai seseorang, satu juga cukup. Karena yang tadinya dianggap atau dinilai gak cukup dalam sudut pandang gua, itu semua akan dipenuhi dengan sendirinya oleh dia yang dicintai. Fungsi dia adalah membuat menjadi pencinta. Dia adalah pelengkap dari ketidaksempurnaan.